Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Senin, 02 Februari 2026 -
MerahPutih.com - Komisi B DPRD DKI Jakarta hingga kini belum menggelar rapat khusus dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta serta sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, meski bulan suci Ramadan tinggal hitungan hari.
BUMD yang dimaksud antara lain Perumda Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya. Padahal, menjelang Ramadan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok yang kerap diikuti lonjakan harga.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Pandapotan Sinaga, mengakui belum ada rapat kerja khusus yang digelar bersama instansi dan BUMD tersebut.
“Belum. Kita belum rapat kerja dengan BUMD terkait itu. Mungkin di komisi lain, ya. Di komisi kita belum,” kata Pandapotan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (2/2).
Baca juga:
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadan 2026? Ini Tanggal Awal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Meski demikian, Pandapotan menegaskan Komisi B saat ini tengah memantau perkembangan harga bahan-bahan pokok yang dikonsumsi masyarakat menjelang Ramadan. Ia menyebut, cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan pangan.
Menurutnya, kondisi cuaca tersebut turut menghambat pertumbuhan tanaman serta panen raya sejumlah komoditas pangan, sehingga berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.
“Ya, mungkin karena musim yang sangat ekstrem ini sehingga menghambat pertumbuhan dan pepanenan. Tapi kita kan hanya bisa menstabilkan saja,” ujarnya.
Pandapotan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BUMD pangan DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas harga apabila terjadi lonjakan sewaktu-waktu.
“Nanti kita lihat saja kondisi pasar. Antisipasi lonjakan pasti ada, tapi ya kita pantau,” kata dia.
Baca juga:
DPRD DKI Gelar Rapat Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Di sisi lain, Pandapotan menilai kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran bukanlah persoalan baru. Fenomena tersebut, menurutnya, erat kaitannya dengan hukum permintaan dan penawaran.
Ia menyebut, peningkatan kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Lebaran biasanya diikuti keterbatasan pasokan, sehingga mendorong kenaikan harga. Dalam kondisi ini, petani pun kerap menikmati hasil dari tingginya permintaan pasar.
“Permintaan banyak, penawaran terbatas, harga naik. Kebutuhan juga meningkat menjelang Lebaran. Nanti kita lihat kesiapan-kesiapannya,” ujarnya. (Asp)