Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Purbaya Tegaskan Inflasi Terkendali, BBM Bersubsidi Naik Baru Bakal Melonjak

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan (yoy).

Hal ini tecermin dari kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026. Secara bulanan, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm).


Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai inflasi pada April 2026 yang tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) masih cukup terkendali.

Tekanan inflasi, kata ia, kini mulai mereda seiring normalisasi kebijakan yang ditempuh pemerintah.

Baca juga:

Kenaikan Harga BBM Belum Terbaca di Inflasi April 2026

Upaya pemerintah dalam mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak geopolitik turut meredam lonjakan inflasi, khususnya di sektor energi.

Menkeu menjelaskan, keputusan pemerintah untuk tetap melanjutkan subsidi BBM sudah diperhitungkan secara matang.

Pasalnya, jika subsidi energi dicabut di tengah harga minyak dunia yang masih meningkat, inflasi berpotensi melonjak dan berdampak negatif terhadap masyarakat.

"Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan. Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM," tambahnya.

Bendahara Negara mengatakan pelepasan subsidi BBM tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga dapat menekan daya beli masyarakat hingga berujung pada perlambatan ekonomi.

"Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan," jelasnya.

Baca Artikel Asli