Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Puluhan Kasus Hepatitis Merebak di Depok, Menkes: Tidak KLB

Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 November 2019

Merahputih.com - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa menjangkitnya penyakit Hepatitis A di Depok, Jawa Barat bukanlah kejadian luar biasa (KLB).

"Tidak KLB lah, kalau masih terlokalisasi kan masih bisa kita tangani, doakanlah mudah-mudahan di lingkungan Depok saja biar kami cepat bekerja ya," ujar Terawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/11).

Baca Juga:

Kenaikan Iuran BPJS Hanya Menambah Beban Rakyat

Untuk langkah pencegahan, Kemenkes sudah melakukan intervensi-intervensi spesialistik. Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan supaya penyakit ini tidak menular ke tempat lain. "Dan puskesmas juga ikut langsung melakukan monitoring," jelas dia.

Kemudian, Kemenkes juga bakal mengidentifikasi faktor risiko dan sumber penularan lalu meningkatkan survei ketat terhadap murid, guru dan masyarakat di lingkungan sekolah. "Nanti akan masuk ke keluarga masing-masing anak," tambahnya.

Ilustrasi Hepatitis (pinterest)

Intinya, menurut dia, adalah mencegah penyebaran Hepatitis A tersebut. "Kami harus mampu membuat, melokalisir di situ dan langsung intervensi bagaimana memyembuhkan," demikian Terawan Agus Putranto.

Sebelumnya, Sebanyak 40 siswa SMP Negeri 20 Kota Depok Jawa Barat dan tiga guru terserang penyakit hepatitis A dalam seminggu terakhir ini.

"Sekolah tidak kami liburkan, kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok untuk menangani masalah tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Thamrin di Depok, Selasa (20/11).

Baca Juga:

Kecewa Jokowi Naikkan Iuran BPJS, Demokrat Sindir Slogan PDIP 'Partai Wong Cilik'

Saat ini, kata dia, Dinas Kesehatan sedang mempelajari penyebab mewabahnya penyakit hepatitis A ke murid-murid dan guru SMPN 20 tersebut. Thamrin menyatakan prihatin dengan kondisi yang menimpa para pelajar dan guru yang terjangkit Hepatitis A dalam sepekan terakhir tersebut. (*)

Baca Artikel Asli