Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Publikasi Penimbunan Masker Besar-besaran, Polisi Dianggap Hanya Bikin Masyarakat Panik

Zulfikar Sy - Sabtu, 07 Maret 2020

MerahPutih.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, dalam kondisi di mana masyarakat mengalami panik berlebihan, sulit bagi pemerintah dan aparat kepolisian untuk bertindak. Termasuk dalam menindak pelaku dugaan penimbun masker akibat wabah virus corona.

"Tindakan ideal apa pun yang dilakukan aparatur seakan tidak berarti di tengah kepanikan masyarakat yang tingkat tinggi. Yang ada masyarakat memborong apa saja untuk kepentingan dirinya dan keluarganya, seolah esok akan kiamat," ujar Neta saat dihubungi wartawan, Sabtu (7/3).

Baca Juga:

RNI Klaim Produk Maskernya Bisa Bertahan Sampai Dua Minggu

Neta menilai, pola publikasi polisi perlu diubah agar tidak membuat masyarakat panik. Menurutnya, polisi perlu tetap menangkap para penimbun masker, tapi tak perlu dipublikasi besar-besaran.

Sebaliknya, sambung dia, justru yang perlu dipublikasi besar-besaran adalah peran Dokkes Polri dalam memberi penjelasan tentang virus corona kepada masyarakat di berbagai kota, sehingga masyarakat merasa tenang dan nyaman.

Konferensi pers pengagalan pengiriman masker keluar NTT di markas Polres Kupang Kota, NTT, Kamis(05/03/20).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.
Konferensi pers pengagalan pengiriman masker keluar NTT di markas Polres Kupang Kota, NTT, Kamis(05/03/20).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

"Selama wabah corona muncul Dokkes Polri sama sekali tidak muncul yang dimunculkan justru penangkapan-penangkapan penimbun masker. Padahal, sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, saat seperti inilah seharusnya Dokkes Polri muncul menunjukkan peran dan fungsinya," katanya

Menurut Neta, sikap ego sektoral dan kepanikan tingkat tinggi ini harus segera diatasi pemerintah.

Misalnya dengan menghimpun komunitas-komunitas di masyarakat dan melakukan sosialisasi di arena kegiatan masyarakat seperti car free day (CFD) dengan kampanye tidak perlu panik dengan wabah Corona, namun semua pihak diimbau tetap waspada dan bersatu mengatasinya.

Baca Juga:

Bersyukur karena Warga Bisa Beli Masker Ratusan Ribu, Anies Dinilai Asal Ngomong

"Dalam kampanye itu, polisi lewat Tim Dokkesnya (Kedokteran dan Kesehatan) juga ikut memberikan penerangan-penerangan kepada publik tentang virus corona, bagaimana mencegahnya dan di mana pusat-pusat pelayanan untuk berkonsultasi," ungkapnya.

Neta menyatakan, dengan berbagai tindakan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat merasa nyaman dan tidak terjadi kepanikan.

Selama ini, secara tidak langsung tindakan polisi ikut membuat masyarakat menjadi panik.

"Ekspos polisi yang besar-besaran di mana-mana, polisi menangkap aksi penimbunan masker secara tidak langsung sudah membuat masyarakat panik. Sehingga masyarakat khawatir tidak kebagian masker dan melakukan aksi borong dan menimbun masker di rumahnya, padahal belum tentu dia memerlukan masker yang begitu banyak," ungkapnya. (Knu)

Baca Juga:

WOW! Jack Ma Sumbang Satu Juta Masker Untuk Jepang

Baca Artikel Asli