MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritisi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang mengurangi anggaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sebesar Rp 13 miliar dalam Perubahan APBD (APBD-P) tahun 2024.
"Penurunan anggaran sebesar Rp 13 miliar di tengah kurangnya personil pemadam kebakaran, adalah keputusan yang sangat memprihatinkan dan tidak bertanggung jawab," kata Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Simon Lamakadu, di Jakarta, yang dikutip Jumat (9/8).
Faktanya, Simon mengungkapkan saat ini jumlah personel pemadam kebakaran di Jakarta masih minim. Kebutuhan petugas Gulkarmat di DKI Jakarta yang dibutuhkan lebih dari 10 ribu personel. Namun saat ini, jumlah petugas damkar hanya ada 4 ribu personel.
Baca juga:
Palugada! Cerita Petugas Damkar Dapat Permintaan Unik Ambilkan Rapor Sekolah
"Dalam kondisi di mana kebutuhan akan tenaga pemadam kebakaran semakin mendesak, terutama dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana kebakaran, langkah ini seolah-olah mengabaikan keselamatan publik dan kesejahteraan para petugas yang berada di garis depan," urai Simon.
Simon menegaskan, kebijakan pengurangan anggaran ini tidak hanya menghambat upaya penanggulangan kebakaran yang lebih efektif, namun juga meningkatkan risiko dan dampak kerugian atas kejadian kebakaran.
"Keputusan ini perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan urgensi dan risiko yang ada, serta menemukan solusi yang tidak mengorbankan keselamatan publik dan profesionalisme para pemadam kebakaran," tegasnya. (Asp)