MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10/2025).
Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana untuk memulai proyek elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei 2026 untuk rute Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi dan Jakarta-Cilegon.
“Tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei, kami akan 'groundbreaking' untuk elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta Sukabumi dan juga Jakarta-Cilegon,” ujar Dony ketika ditemui di sela-sela acara Jakarta Globe Insight yang digelar di Jakarta, Selasa.
Dony yang juga merupakan Kepala BP BUMN, menyampaikan elektrifikasi jalur kereta tersebut bertujuan untuk menghidupkan kota-kota baru di sepanjang jalur.
Baca juga:
DPR Desak Evaluasi Sistem KAI Usai Rantai Kejadian Taksi Tertemper Hingga KRL Ditabrak Argo Bromo
Selain itu, elektrifikasi jalur kereta juga diyakini akan mengurangi polusi dan meningkatkan efisiensi dalam moda transportasi kereta api.
“Dengan kita melakukan elektrifikasi, ini mengurangi urbanisasi,” kata Dony.
Elektrifikasi jalur kereta api menjadi salah satu KPI (Key Performance Indicator) atau Indikator Kinerja Utama) industri perkeretaapian.
“Saya selalu bilang bahwa kereta api hanya punya dua KPI. Satu berkaitan dengan safety, yang kedua elektrifikasi,” ujar Dony.
Danantara terus mendorong KAI agar bertransformasi menjadi perusahaan transportasi yang modern, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Insiden maut terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi yang bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).