MerahPutih.com – Gerbong mutasi dan transisi kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali bergulir.
Presiden RI, Prabowo Subianto, resmi melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10).
Wahyu menggantikan Komjen Dedi Prasetyo yang kini diangkat menjadi Kepala Badan Reforma Agraria.
Melalui posisi barunya, jenderal bintang tiga ini akan mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memimpin organisasi kepolisian ke depan.
Baca juga:
Profil Nurkholisoh Ibnu Aman, Wakil Menteri Keuangan Baru Lulusan S3 Edinburgh
Profil Lengkap Wahyu Hadiningrat
Lahir di Bandung pada 4 Juni 1970, Wahyu Hadiningrat merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992.
Menariknya, ia dikenal sebagai salah satu perwira tinggi berpangkat bintang tiga dengan karier mentereng meski tercatat belum pernah menduduki posisi sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di wilayah mana pun.
Kendati demikian, pengalamannya di kepemimpinan wilayah terbilang sangat matang.
1. Reserse Kriminal
Setelah lulus dari Akpol, ia banyak menghabiskan masa awal dinasnya di kota-kota Jawa Barat, khususnya di bidang reserse kriminal:
- Pama (Perwira Pertama) Polda Jabar (1993)
- Wakapolsekta Cirebon Selatan (1994)
- Kapolsek Soreang Polres Bandung (1995)
- Kasat Serse Polres Bandung (1997)
- Kasat Serse Polresta Bogor (1998)
- Kanit III Sat I Ditreskrim Polda Jabar (2004)
- Kasat I Ditreskrim Polda Jabar (2006)
2. Penugasan Khusus di Bidang Intelijen & Keamanan
- Badan Intelijen Negara (BIN): Selain bertugas di struktur Polri, ia juga sempat mendapatkan penugasan luar struktur dengan mengemban tanggung jawab di BIN untuk memperkuat sektor intelijen dan keamanan nasional.
- Tim Investigasi Antiteror (2005): Masuk dalam jajaran reserse terpilih yang diterjunkan langsung dalam tim investigasi khusus untuk memburu gembong teroris internasional, Dr. Azahari, dalam peristiwa terkait Bom Bali II.
Baca juga:
Profil Komjen Suyudi, Jagoan Reserse yang Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
3. Kepemimpinan Wilayah di Polda Metro Jaya (2012–2020)
Kariernya kian menanjak saat ditarik ke ibu kota Jakarta untuk memegang kendali kepemimpinan di wilayah-wilayah strategis:
- Kapolres Metro Bekasi Kota
- Kapolres Metro Jakarta Selatan (2012–2016)
- Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya (2016)
- Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri (2017)
- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya (2018–2020)
4. Jabatan Strategis di Markas Besar (Mabes) Polri (2020–Sekarang)
Memasuki pangkat perwira tinggi bintang dua hingga bintang tiga, ia dipercaya memegang pos-pos krusial di pusat administrasi dan penegakan hukum Polri:
- Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri (2020)
- Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena Kapolri) (2021)
- Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri) (2024–2026) – Pada jabatan inilah pangkatnya resmi naik menjadi Komisaris Jenderal (Bintang 3).
- Wakil Kepala Kepolisian Negara Indonesia (Wakapolri) (Dilantik 1 Oktober 2026). (knu)