MERAHPUTIH.COM - LAKI-laki juga bisa menempuh tindakan medis breast reduction. Hal ini masih terdengar kurang familier karena sering kali tindakan ini dijalani perempuan. Meski begitu, laki-laki dengan postur tubuh yang berisi biasanya punya bagian payudara lebih menonjol ketimbang laki-laki dengan berat badan normal. Penampakan tersebut menimbulkan perasaan malu dan kurang percaya diri.
Dokter spesialis bedah plastik rekontruksi dan estetik Qori Haly mengatakan laki-laki juga dapat melakukan tindakan medis breast reduction. Kondisi payudara laki-laki yang lebih menonjol dapat mengurangi kepercayaan diri yang bersangkutan.
Qori mengatakan tidak ada perbedaan signifikan antara prosedur breast reduction pada laki-laki dan perempuan. Ia mengatakan perbedaannya hanya di soal volume payudaranya.
"Prosedurnya hampir sama. Hanya pada pria, kami angkat kelenjarnya semua supaya lebih terbentuk otot dadanya," katanya saat mengisi presentasi ihwal Body Conturing untuk Tingkatkan Kualitas Hidup di Klinik dr Indrajana, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).
Baca juga:
Penting, Jaga Bentuk Payudara Tetap Bagus setelah Breast Reduction
Sementara itu, breast reduction pada perempuan, kata Qori, masih menyisakan kelenjar di payudaranya. Hal itu dilakukan supaya payudara perempuan yang bersangkutan masih terlihat bervolume. "Karena kan perempuan perlu volume, tidak semuanya diangkat," kata dia.
Ia mengatakan terjadinya pembesaran bentuk payudara pada laki-laki disebabkan faktor hormonal. "Kelenjar payudara itu tergantung hormon, ada beberapa kasus hormon estrogennya tinggi," kata dia.
Qori mengatakan supaya gangguan hormonal ini tidak semakin menimbulkan efek payudara membesar, laki-laki disarankan tidak mengonsumsi makanan yang merangsang hormon estrogen.
"Seperti konsumsi makanan yang menghasilkan hormon. Hal itu bisa menyebabkan pembesaran kelenjar payudara pada pria," tutupnya.(ayu)
Baca juga:
Risiko Breast Reduction, Memperbaiki Tampilan Payudara dengan Operasi