Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman
Selasa, 03 Februari 2026 -
MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR Bali Wayan Koster buka suara setelah dikritik Presiden Prabowo Subianto terkait dengan tumpukan sampah di daerahnya yang bisa membuat angka wisatawan menurun. Ia menjelaskan banyak sampah di pantai Bali berasal dari kiriman akibat musim hujan serta terjadi pada waktu tertentu.
Musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Bali karena membutuhkan waktu lama untuk menormalisasi kondisi tersebut.
"Mengenai sampah yang di Pantai Kuta, itu merupakan sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari," jelas Koster kepada wartawan di Sentul, Bogor, dikutip Selasa (3/2).
Pihaknya mengaku akan membentuk satuan tugas khusus untuk membereskan persoalan sampah yang ada di Bali. "Kami akan segera kumpulkan kadis lingkungan hidup, kemudian kepala BPBD, kadis pendidikan, kemudian TNI dan Polri. Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai," kata Wayan Koster.
Wayan Koster meyakini infrastruktur Bali cukup memadai sehingga keterlibatan masyarakat sipil dapat lebih maksimal dalam menanggulangi masalah sampah. Selain itu, Koster juga menyampaikan anak-anak sekolah akan digerakkan untuk membantu pembersihan pantai-pantai di Bali.
Baca juga:
Wayan Koster Sebut Banjir di Bali Disebabkan Curah Hujan Tinggi, Juga Singgung Persoalan Sampah
Dia bahkan akan menyiapkan alat berat untuk membantu pembersihan sampah di pantai. "Anak-anak sekolah. Tapi ini anak-anak sekolah tentu saja juga harus disiapkan dengan alat untuk pengangkutnya, alat untuk pembersihnya," ujar politikus PDIP itu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan ia menerima keluhan dari pejabat dan jenderal Korea Selatan soal kotornya pantai di Bali. Dia menegaskan Indonesia merupakan negara yang indah, tapi turis tak mau datang apabila lingkungannya kotor dan banyak sampah.(knu)
Baca juga:
Gubernur Bali Wayan Koster Persilakan Sabung Ayam untuk Kebutuhan Tradisi, Melarang sebagai Judi