Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Presiden Prabowo Perkuat Riset Nasional, Tambah Anggaran Rp 4 Triliun

Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk memperkuat riset nasional, termasuk melalui penambahan anggaran riset sebesar Rp 4 triliun.

Arahan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem riset yang lebih terintegrasi dan mampu menjawab berbagai tantangan nasional.

"Di pertemuan yang sebelumnya, waktu di Istana, dulu (Presiden Prabowo) sudah memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita, sampai di angka Rp 4 triliun," ujar Pras kepada awak media seusai penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Minggu (28/6).

Pras menjelaskan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo itu dilakukan bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, Bappenas, serta BRIN untuk menyatukan arah kebijakan riset nasional. “Sekarang dipimpin Prof Arief Satria, untuk menyatukan semua riset kita,” ujarnya.

Baca juga:

Pemalsuan Riset di Forum Ilmiah Internasional Pelanggaran Berat, DPR Desak Kemdiktisaintek Usut Tuntas

Lebih jauh, pemerintah telah menyusun peta jalan riset nasional yang menjadi acuan agar seluruh kegiatan riset berjalan dalam satu desain besar. Selain itu, riset yang dilakukan juga tidak berjalan sendiri-sendiri, tapi terintegrasi dan mendukung prioritas pembangunan nasional.

"Jadi peta jalan riset seperti tadi, bukunya kan sudah dihasilkan, yang intinya yakni riset-riset yang sekarang kita jalankan semua harus dalam satu grand design," tegasnya.

Pras menegaskan Presiden Prabowo menginginkan riset yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan temuan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab berbagai persoalan strategis yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Misalnya contoh riset tentang sampah, riset energi, kemudian peralihan kalau dari LPG menuju ke CNG, riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Pras juga menjelaskan alasan Presiden Prabowo menghadiri pembukaan maupun penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 ini karena Prabowo memandang kalangan akademisi sebagai aset intelektual terbaik bangsa yang memiliki peran penting dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan nasional.

"Sebagaimana yang di awal pembukaan disampaikan, bagi Presiden Prabowo, para dekan, guru besar, rektor itu ialah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki sebuah bangsa," ucapnya.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh civitas akademika untuk bekerja sama dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang keahlian masing-masing dalam semangat kebangsaan.

"Beliau ingin mengajak seluruh civitas akademika untuk mari bersama-sama. Individu-individu yang memiliki keahlian di bidang masing-masing, mari bekerja sama untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya di bidang masing-masing, tetapi dalam satu rangka kebangsaan," tutupnya.(Asp)






Baca juga:

Pemerintah Segera Luncurkan Peta Jalan Riset Indonesia, Fokus ke Kemapuan Teknologi

Baca Artikel Asli