Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Rabu, 21 Januari 2026 -
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan stabilitas ekonomi Ibu Kota tetap kokoh di tengah gempuran dinamika global.
Dalam paparan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, Jakarta mencatatkan rapor hijau dengan capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang melampaui target awal.
"Di tengah dinamika perekonomian global nasional, Alhamdulillah perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik. Inflasi, aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, serta iklim investasi yang kondusif menjadi kuncinya," tegas Pramono, Rabu (21/1).
Baca juga:
Transjabodetabek Bakal Tembus Bandara Soetta, Pramono: Saya Yakin akan Ramai
Sektor Kuliner Meroket, Investasi Tembus Rp270 Triliun
Salah satu kejutan besar dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah lonjakan di sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum.
Sektor ini tercatat tumbuh paling signifikan mencapai 9,79 persen. Secara kumulatif, ekonomi Jakarta tumbuh stabil di angka 5,03 persen, mengungguli proyeksi banyak lembaga keuangan.
Kepercayaan pasar internasional pun terlihat sangat kuat. Hingga akhir tahun 2025, realisasi investasi yang masuk ke Jakarta menyentuh angka fantastis Rp270,9 triliun.
Angka ini juga didukung oleh tingkat inflasi Jakarta yang sangat terkendali di level 2,63 persen, jauh lebih rendah dibandingkan angka inflasi nasional sebesar 2,92 persen.
Kelola Anggaran Transparan, Jakarta Kantongi Surplus Triliunan
Hingga tutup buku 31 Desember 2025, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan tata kelola keuangan yang akuntabel. Dari total pagu APBD sebesar Rp91,86 triliun, pendapatan daerah berhasil terkumpul senilai Rp79,94 triliun.
Menariknya, pendapatan ini tidak hanya bergantung pada pajak, tetapi juga optimalisasi aset yang menyumbang Rp448 miliar.
Baca juga:
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Pramono merinci bahwa belanja daerah terealisasi sebesar Rp76,05 triliun, sehingga menyisakan surplus anggaran yang cukup besar.
"Pembiayaan daerah tercatat Rp1,89 triliun. SiLPA pada Desember 2025 mencapai Rp5,78 triliun dengan surplus anggaran sebesar Rp3,89 triliun," ungkap Pramono optimistis.
Ia berharap keterbukaan informasi ini menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha. "Jakarta memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan manfaat pembangunan yang dirasakan oleh seluruh warga Jakarta," pungkasnya.