Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Rabu, 21 Januari 2026 -
Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan fenomena menarik dalam gaya hidup warga ibu kota yang kini semakin bergantung pada teknologi. Berdasarkan laporan terbaru, aktivitas transaksi digital melalui kanal QRIS di Jakarta mengalami lonjakan yang sangat signifikan sepanjang tahun anggaran 2025.
Pramono menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok masyarakat, terutama di sektor ritel dan pasar tradisional.
Baca juga:
"Kanal pembayaran QRIS yang seperti kita ketahui bersama mengalami peningkatan yang cukup besar. Terutama di pasar-pasar, seperti pada saat kita lombakan, digitalisasi di pasar itu meningkat 47 persen," ujar Pramono Anung, Rabu (21/1).
Jakarta Jadi 'Raja' Transaksi Digital Nasional
Pertumbuhan transaksi non-tunai ini tidak main-main. Data menunjukkan volume transaksi QRIS di Jakarta menyentuh angka 5,02 miliar, atau meroket sebesar 177 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Angka ini sekaligus memantapkan posisi Jakarta sebagai penyumbang terbesar transaksi digital nasional dengan kontribusi mencapai 36,78 persen.
Tidak hanya dari sisi pengguna, jumlah pedagang (merchant) yang menyediakan layanan QRIS juga bertambah banyak. Saat ini, tercatat ada 6,52 juta unit usaha di Jakarta yang sudah terintegrasi dengan sistem QRIS, tumbuh 14,45 persen.
Optimisme Ekonomi di Tengah Stabilitas Jakarta
Kenaikan transaksi digital ini berbanding lurus dengan daya beli masyarakat yang tetap kuat. Pramono menyebutkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama ekonomi Jakarta dengan kontribusi sebesar 63,43 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Baca juga:
Gubernur yang diusung PDIP ini juga menyoroti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta yang berada di angka sangat tinggi, yakni 145,33 persen.
"Indeks Keyakinan Konsumen dalam hal ini cukup optimistik dan tinggi, mencerminkan persepsi positif atas stabilitas ekonomi Jakarta yang terjaga pada saat ini," pungkasnya.