MerahPutih.com - Beberapa tahun lalu, operasi Yustisi selalu menghantui warga yang ingin ke Jakarta, operasi yustisi ini dengan alasan pengangguran di Jakarta tidak bertambah.
Namun, kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah jarang melakukan operasi yutisi pada pendatang.
Gubernur Pramono Anung, tidak berencana membatasi kedatangan pendatang melalui operasi yustisi atau penyaringan khusus pasca Lebaran Idul Fitri 2026/1447.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, sejak lama Jakarta dikenal sebagai kota yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari penghidupan.
Baca juga:
Pramono Anung Pastikan Stok BBM Jakarta Aman hingga Lebaran 2026, Tak Perlu Panic Buying
"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga, saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan operasi yustisi ataupun screening untuk itu," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).
Ia menyebut, peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin bekerja. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar memahami kondisi ekonomi yang saat ini dipengaruhi berbagai dinamika global.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, situasi geopolitik dunia yang dipenuhi konflik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk ketersediaan lapangan kerja di berbagai negara. Situasi tersebut juga dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.
Ia mencontohkan konflik internasional seperti perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Konflik tersebut dinilai turut memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Menurutnya, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian membuat semua pihak harus lebih berhati-hati dalam melihat peluang ekonomi dan ketenagakerjaan. Kehati-hatian tersebut penting agar masyarakat tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan.
"Dalam kondisi dunia seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian," ujarnya.
Pramono memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi di Jakarta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (Asp)