Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prakiraan Cuaca 12-15 Juni: Hujan Sangat Lebat Hingga Angin Kencang Landa Belasan Provinsi di Indonesia

Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem terkini periode 12 hingga 15 Juni 2026.

Analisis BMKG menunjukkan 28,6 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Wilayah bagian selatan Indonesia mendominasi peta kekeringan tersebut dengan catatan Hari Tanpa Hujan (HTH) berada pada kategori panjang berkisar 21 hingga 30 hari.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Wilayah Sumatera Utara Diguyur Hujan Ringan hingga Lebat Kamis, 11 Juni 2026

Sementara, Aliran massa udara kering dari Benua Kanguru melalui Monsun Australia menjadi pemicu utama berkurangnya kelembapan udara serta terbatasnya pembentukan awan.

Peta Ancaman Hujan Lebat dan Angin Kencang

Akan tetapi, awal musim kemarau bukan berarti ancaman hidrometeorologi sirna sepenuhnya. Karakteristik cuaca dinamis justru memicu potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sejumlah daerah selama periode 12–15 Juni 2026.

Hujan

Data persebaran wilayah bersandarkan tingkat peringatan dini BMKG:

Panduan Keselamatan Ruang Publik

Merespons potensi ancaman ini, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan demi menghindari kerugian material maupun korban jiwa.

Pengendara kendaraan bermotor wajib mengantisipasi jarak pandang serta gangguan perjalanan akibat pohon tumbang atau baliho roboh.

Menghindari tempat berteduh di bawah papan reklame atau bangunan rapuh menjadi langkah penyelamatan utama saat angin kencang melanda.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca 8-11 Juni: Angin Kencang Bakal Hantam Belasan Provinsi di Indonesia

Sementara itu, penduduk pada kawasan kering mendapat arahan khusus guna menjaga kesehatan fisik. Penggunaan tabir surya serta pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi kewajiban mutlak saat beraktivitas luar ruangan demi mencegah dehidrasi.

Pemahaman bahwa masa peralihan tetap menyimpan potensi hujan mendadak harus menjadi dasar perencanaan aktivitas wisata maupun transportasi publik.

Baca Artikel Asli