Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prabowo Kejar Program Swasembada Daging, Indonesia Ditargetkan Mandiri dalam 5-6 Tahun

Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026

MerahPutih.com - Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berniat meluncurkan program swasembada daging.

Program tersebut untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia dan tidak bergantung pada pasokan atau impor negara lain.

Baca juga:

Prabowo Minta Pidato Kenegaraannya Hari ini Dilihat Utuh dan jangan Terpotong-Potong

Prabowo Bakal Luncurkan Program Swasembada Daging

Hal itu disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026 serta pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Prabowo mengatakan, bahwa sampai saat ini belum ada program kemandirian dalam persoalan perdagingan.

Saudara-saudara kita masih belum swasembada daging. Itu akan kita kerjakan.

kata Prabowo

Prabowo menyebutkan, pihaknya sudah memerintahkan bawahanya untuk bekerja merealisasikan program barunya swasembada daging.

"Yang Insya Allah akan kita capai dalam 5 sampai 6 tahun kedepan," ucapnya.

Baca juga:

Puan Datang Terlambat di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Foto bersama Prabowo Ditunda

Indonesia tak Lagi Impor Solar usai Produksi B50

Menurut Prabowo, salah satu pencapaian tersebut ditandai dengan keberhasilan Indonesia memproduksi biodiesel B50 yang berbasis minyak kelapa sawit.

"Janji swasembada energi sekarang sudah kita mulai wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel B50 dari kelapa sawit sehingga mulai tahun ini," ujarnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, produksi biodiesel B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.

Baca juga:

Ahmad Muzani Sebut MBG Jadi Terobosan Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut dia, kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 dan turut menghemat devisa negara dalam jumlah besar.

"Mulai 1 juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri kita berhasil menghemat devisa Rp 170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar AS tidak lagi kita harus kirim ke luar negeri," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli