MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya di Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).
Program ini mencatatkan capaian produktivitas tinggi dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,8 miliar per hektare.
"Jadi sangat menjanjikan, tadi saya diberi laporan 1 hektare bisa menghasilkan 40 ton, luar bisa 40 ton dan harganya sangat bagus, harganya Rp70 ribu per kilo. Berarti per ton Rp70 juta," ujar Prabowo dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu (23/5).
Dalam tinjauan tersebut, Presiden menyaksikan efektivitas sistem budi daya udang vannamei yang mampu menghasilkan 40 ton per hektare dengan harga jual Rp 70.000 per kilogram.
Baca juga:
LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia
Prabowo menyampaikan optimisme tinggi terkait potensi ekonomi yang dihasilkan dari tambak dengan sistem tata kelola modern tersebut.
Presiden meninjau langsung kawasan BUBK Kebumen yang dikembangkan dengan konsep best practice budi daya modern, mencakup sistem intake air laut, kolam tandon, saluran inlet dan outlet yang terpisah, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terintegrasi.
Model itu terbukti mampu mengoptimalkan efisiensi produksi dibandingkan cara-cara budi daya tradisional.
Kehadiran kawasan BUBK Kebumen memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah. Dengan total 206 petak kolam, kawasan ini mampu menghasilkan nilai produksi sekitar Rp 67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus angka Rp 134,4 miliar per tahun jika dikelola secara maksimal.
Selain kontribusi pendapatan, Presiden menyoroti peran strategis proyek ini dalam menyerap tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, operasional kawasan BUBK Kebumen telah melibatkan ratusan orang yang bekerja di sektor budi daya perikanan tersebut.
"Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap sekarang 650 orang setempat bekerja dan kita sudah membangun di Waingapu 2 ribu hektare," kata Prabowo.
Pemerintah saat ini tengah mereplikasi keberhasilan model BUBK Kebumen ke wilayah lain di Indonesia, termasuk proyek berskala besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kebumen kini menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mentransformasikan sistem budi daya tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi.