MerahPutih.com - Tiga Pilar Jakarta Pusat meresmikan posko pengawasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Petamburan III yang merupakan jalan masuk ke eks markas Front Pembela Islam (FPI).
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, peresmian ini merupakan sarana untul menjaga protokol kesehatan COVID-19 di tengah masyarakat. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan tak serta-merta tanggung jawab pemerintah.
Baca Juga
Begini Cara Polres Jakarta Pusat Cegah COVID-19, Delivery Isoman dan Mobile Testing
"Pandemi ini adalah musuh kita bersama, jadi bukan siapa yang paling berwenang. Apakah pemda, kepolisian, dandim, tetapi harus bersama-sama," ucap Hengki di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/2).
Hengki mengatakan kegiatan yang akan berjalan di posko ini bukan hanya pengawasan saja. Tapi akan ada pembagian sembako untuk masyarakat sekitar.
"Pembagian sembako ini juga diharapkan akan terus berlanjut sampai Idul Fitri," kata dia.
Lokasi ini juga telah dibuat Kampung Tangguh Jaya pada Desember 2020. Beberapa kegiatan, seperti budi daya ikan lele hingga tanaman hidroponik, juga telah berjalan.
Hengki mengklaim, wilayah Jakarta Pusat saat ini menjadi zona kuning. Turunnya angka positif COVID-19 di wilayah Jakarta Pusat ini tidak terlepas dari peran 'Kampung Tangguh Jaya'.
Suksesnya Kampung Tangguh Jaya di wilayah Jakarta Pusat tidak terlepas dari upaya jajaran kepolisian dalam melakukan berbagai terobosan menekan angka COVID-19.
Tidak hanya fokus pada pelacakan pasien terpapar Corona (testing, tracing, dan treatment), Kampung Tangguh juga mewujudkan ketangguhan masyarakat di zona merah dari sisi ekonomi.
"Ini terbukti dari beberapa RW di masyarakat ada success story before-after-nya," ujar Hengki.
Saat ini, ada 18 RW di beberapa kelurahan di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat yang sudah keluar dari zona merah menjadi zona hijau. Bahkan nihil angka COVID-19 di wilayah tersebut.
"Artinya, nihil kasus COVID-19," imbuh Hengki.
Strategi Polres Jakarta Pusat dalam mewujudkan Kampung Tangguh ini sebagai program unggulan memberikan implikasi positif, baik terhadap penurunan angka penyebaran COVID-19 maupun dalam ketahanan pangan warga.
Di Kampung Tangguh Jaya yang dibangun di RW-RW zona merah COVID-19 ini, masyarakat bersama aparat TNI-Polri dan Pemkot Jakpus bergotong royong, melakukan upaya ketahanan pangan. Di sisi lain, dibangun ketangguhan dalam Kamtibmas.
"Artinya kita di sini bersama-sama dengan 3 pilar dan juga komponen masyarakat yang ada," tutur Hengki.
Polres Jakarta Pusat juga mewujudkan empathy building dalam rangka ketahanan pangan masyarakat. Pengusaha hingga masyarakat ikut berperan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kampung Tangguh ini.
"Jadi dari masyarakat untuk masyarakat, artinya tanggung jawab bukan dari pemerintah, tetapi bersama-sama," pungkasnya.
Kawasan Petamburan memang sempat menjadi sorotan. Saat itu, terjadi pelanggaran protokol kesehatan dalam jumlah massif saat kedatangan pemimpin FPI Rizieq Shihab medio 2020 lalu.
Hasilnya, sejumlah pejabat publik dicopot dari jabatannya. Bahkan, Rizieq dan beberapa petinggi FPI lainnya dipenjara hingga berujung pembubaran ormas tersebut. (Knu)
Baca Juga
Polres Jakarta Pusat Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi