Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pokemon Ngamuk, Karakternya Dipakai Gedung Putih untuk Kampanye MAGA

Dwi Astarini - Sabtu, 07 Maret 2026

MERAHPUTIH.COM — THE Pokemon Company International mengecam penggunaan citra Pokemon oleh Gedung Putih, termasuk versi kecil karakter populer Pikachu, dalam sebuah meme yang diunggah secara daring dengan frasa ‘Make America Great Again’.

“Kami tidak terlibat dalam pembuatan atau penyebarannya, dan tidak ada izin yang diberikan untuk penggunaan kekayaan intelektual kami. Misi kami ialah menyatukan dunia, dan misi tersebut tidak berafiliasi dengan pandangan atau agenda politik apa pun,” kata juru bicara Pokemon, Sravanthi Dev, dikutip BBC.

Perusahaan tersebut sebelumnya juga mengkritik pemerintahan Donald Trump karena menggunakan citra Pokemon untuk mempromosikan kebijakan deportasi mereka. Pihak Gedung Putih menyiratkan perusahaan tersebut memiliki bias politik.

Perusahaan tidak menyatakan apakah mereka berniat mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat.

Merek berusia 30 tahun itu, yang baru-baru ini merilis gim Pokopia untuk Nintendo, sebelumnya juga menegur pemerintahan Trump pada September 2025 karena menggunakan lagu tema serta slogan ‘Gotta catch 'em all’ dalam sebuah video yang menampilkan penangkapan oleh patroli perbatasan dan agen imigrasi AS. Saat itu, perusahaan juga mengatakan mereka tidak terlibat dalam pembuatan atau distribusi konten tersebut dan tidak memberikan izin penggunaan kekayaan intelektual mereka.

Baca juga:

Amzing Banget deh, Cheeto Berbentuk Pokemon Terjual Hampir Rp 1,5 Miliar



Meme terbaru itu tampaknya menggunakan gambar dari Pokopia, dengan slogan yang ditulis menggunakan jenis huruf yang mirip dengan gim tersebut. Versi kecil Pikachu terlihat muncul dari balik huruf ‘e’ pada kata ‘make’.

Ketika dimintai tanggapan atas pernyataan Pokemon, Gedung Putih mengarahkan ke sebuah unggahan di X oleh juru bicara Kaelan Dorr. Unggahan itu menyertakan foto artikel The Wall Street Journal yang berusia 10 tahun tentang rival Trump dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden 2016, Hillary Clinton. Artikel itu merujuk pada gim Pokemon Go untuk mendorong para pendukungnya memilih. Clinton saat itu berkata, “Saya sedang mencoba mencari cara agar mereka melakukan Pokemon Go ke tempat pemungutan suara.”

“Hai Mr Pikachu, penggemar berat. Pertanyaan untukmu, mengapa tidak ada respons terhadap artikel seperti ini?” ujar Dorr di X.

“Sepertinya kamu memang mungkin berafiliasi dengan suatu pandangan politik, bukan?” imbuhnya.

Dalam masa jabatan kedua Trump, pemerintahannya sering menggunakan meme populer di akun media sosial resmi pemerintah.

Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson sebelumnya menggambarkan strategi tersebut. “Melalui unggahan yang menarik dan meme yang keren, kami berhasil mengomunikasikan agenda presiden yang sangat populer,” ujarnya.

Baru-baru ini, Gedung Putih juga mengunggah video yang mencampurkan gambar perang melawan Iran dengan cuplikan dari waralaba gim video Call of Duty. Sejumlah seniman mengeluhkan karya mereka digunakan pemerintahan Trump di media sosial.

Komika dan podcaster Theo Von, yang sebelumnya pernah mewawancarai Trump dalam programnya dan mengatakan ia mendukungnya secara politik, bereaksi marah tahun lalu ketika U.S. Department of Homeland Security menggunakan cuplikan dirinya berbicara untuk mengungkapkan angka deportasi lembaga tersebut.

“Hei DHS, saya tidak menyetujui untuk digunakan dalam ini. Saya tahu kalian tahu alamat saya, jadi kirimkan cek. Tolong hapus ini serta jangan libatkan saya dalam video deportasi kalian,” ujar Von di X.(dwi)


Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Sebut Perang Berakhir jika Iran Menyerah tanpa Syarat

Baca Artikel Asli