Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi

Jumat, 23 Januari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato khususnya di Congress Hall, yang merupakan lokasi utama acara World Economic Forum 2026.

Di panggung yang sama, pemimpin-pemimpin negara lainnya juga memberikan pidato khusus, di antaranya seperti Presiden Amerika Serikat Donald J Trump, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss ini diharapkan menjadi momen atau kesempatan emas bagi Indonesia untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas dan menghadirkan investasi asing yang berkualitas dan berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Indonesia di luar negeri. Salah satunya adalah Sakti Dava Alam Sulistyo, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di University of Zurich.

Baca juga:

Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target

Mahasiswa jurusan Bachelor of Business Administration itu mengaku pertemuannya dengan Prabowo menjadi pengalaman berkesan baginya.

“Jadi ketika Bapak RI 1 datang, saya pasti ada perasaan deg-degan juga, dan pada saat saya bersalaman dengan Bapak saya menyampaikan Guten Abend, karena bahasa Jerman (artinya) selamat malam. Karena saya tahu Bapak bisa bahasa Jerman,” ujar Sakti setelah menyambut kedatangan Prabowo, Kamis (22/1).\

Ia menegaskan, dengan kehadiran Presiden, Indonesia mendapatkan investasi yang bagus dan banyak supaya bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia.

"Dan juga bisa memanfaatkan sember daya alam dengan lebih sustainable lagi dan lebih baik lagi, supaya Indonesia lebih baik lagi ke depannya, di sisi ekonomi, di sisi sosial, dan semuanya,” tuturnya.

Mahasiswa ETH Zurich asal Indonesia Justin Anugrawi Ratomo berharap kunjungan Prabowo ke Swiss dapat memperkuat keterlibatan diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Menurutnya, peran diaspora, khususnya mahasiswa Indonesia di luar negeri, dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi jangka panjang bangsa.

“Saya juga berharap diaspora Indonesia yang di Swiss bisa membantu dalam negeri dan membangun negeri Indonesia ini. Sehingga impian Indonesia Emas 2045 bisa dicapaikan,” ujarnya.

Ia mengaku grogi kala bertemu Prabowo. Kendati demikian, ia menganggap pertemuan itu sebagai pengalaman yang membanggakan sekaligus penuh rasa hormat.

“Saya juga deg-degan. Tapi Pak Presiden juga merupakan orang yang saya hormati sekali, sehingga saya juga merasa familiaritas dengan beliau. Dan saya juga ingin berterima kasih kepada beliau atas jasanya kepada negara kami, Republik Indonesia,” kata Justin.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan