MerahPutih.com - MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Kegiatan tersebut salah satunya beragendakan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain pidato, pemerintah juga akan menayangkan video capaian kinerja pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian pemerintah di sektor pangan. Prabowo mengatakan harga pupuk berhasil diturunkan 20 persen, sementara volume ketersediaannya untuk petani justru meningkat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo awalnya mengatakan Indonesia berada dalam kondisi aman dari sisi pangan di tengah ancaman krisis pangan global dan cuaca yang tidak menentu.
Baca juga:
Kita alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan, soal makanan Indonesia, kita berada dalam keadaan aman,
kata Prabowo.
Dia mengatakan, kondisi tersebut membuat Indonesia lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Prabowo kemudian menjelaskan sejumlah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan. Salah satunya dengan menghapus 145 aturan terkait penyaluran pupuk. Menurutnya, langkah tersebut membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pupuk.
Pemerintah juga menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Prabowo menyebut penurunan harga pupuk tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Indonesia.
Harga pupuk telah kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan RI,
ujarnya.
Menariknya, Prabowo mengatakan penurunan harga tersebut tidak diikuti dengan berkurangnya ketersediaan pupuk. Sebaliknya, volume pupuk yang tersedia untuk rakyat justru meningkat.
Pada saat yang bersamaan harga turun tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita,
katanya.
Menurut Prabowo, kondisi tersebut berdampak pada peningkatan produksi pertanian dan mempercepat upaya Indonesia mencapai swasembada pangan.
Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah kita lebih cepat swasembada pangan,
tuturnya.
Prabowo juga menyinggung kinerja PT Pupuk Indonesia. Dia menyebut laba perusahaan BUMN tersebut meningkat 252,8 persen.
Harga pupuk turun, volume tambah tapi keuntungan PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen,
ungkap Prabowo.
Dia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah, khususnya Menteri Pertanian beserta jajaran.
Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, Mentan beserta jajarannya,
pungkasnya.(Pon)