MERAHPUTIH.COM — PENERBANGAN Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dari Moldova ke Norwegia awal pekan ini tertunda. Penundaan terjadi setelah otoritas menutup wilayah udara Moldova akibat pelanggaran wilayah udara oleh sebuah drone.
Polisi Moldova mengatakan sebuah drone Rusia jatuh di ladang bunga matahari di pinggiran sebuah desa di Distrik Riscani pada Selasa (8/9). Insiden tersebut memicu empat kebakaran, tetapi tidak menyebabkan korban luka.
Pada Rabu (9/9), juru bicara pemerintah Moldova Dumitru Ciorici mengatakan Moldova menutup wilayah udaranya pada Selasa sore untuk melindungi pesawat-pesawat yang saat itu sedang melintas. Penutupan tersebut menyebabkan tiga penerbangan keberangkatan tertunda, termasuk penerbangan yang membawa Zelenskyy.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan kepada stasiun penyiaran NRK bahwa pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Baca juga:
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Zelenskyy tiba di Oslo pada Selasa dan bertemu Store untuk membahas kemungkinan dukungan bagi sistem pertahanan udara Ukraina sebelum menghadiri pemakaman sang raja pada Rabu (9/9). Otoritas Moldova mengonfirmasi drone tersebut jatuh dan meledak sekitar 160 kilometer dari Bandara Internasional Chisinau. Pembatasan wilayah udara kemudian dicabut dan pesawat Zelenskyy dapat lepas landas, meski mengalami keterlambatan dari jadwal semula.
Drone yang memasuki wilayah udara Moldova pada Selasa tersebut sebelumnya melintas ke Rumania, negara anggota NATO, dan terlacak melintasi sejumlah wilayah di bagian timur laut negara itu.
Kementerian Pertahanan Rumania mengatakan dua pesawat F-18 Angkatan Udara dan Antariksa Spanyol dikerahkan untuk melacak pergerakan drone tersebut sebelum kembali memasuki wilayah udara Moldova. Pada Rabu, polisi Moldova mengatakan tim ahli bahan peledak menemukan pecahan drone yang memiliki sistem propulsi serta karakteristik yang serupa dengan drone jenis Geran, yang telah digunakan secara luas oleh Moskow dalam perang skala penuh di Ukraina.
“Penyelidikan mengidentifikasi titik jatuh, tempat ledakan terjadi dan membentuk kawah dengan ukuran cukup besar,” kata polisi. Mereka menambahkan bahwa para ahli masih melakukan penyelidikan untuk menentukan jenis dan berat muatan bahan peledak.
Ukraina berbatasan langsung dengan Rumania dan Moldova. Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, kedua negara tersebut telah melaporkan puluhan insiden yang melibatkan drone.(dwi)
Baca juga: