THAILAND akan mempersiapkan penobatan untuk raja baru pertamakalinya dalam tujuh dekade. Minggu ini, Raja Maha Vajiralongkorn atau yang dikenal sebagai Rama X akan menyelenggarakan penobatan resminya yang akan menjadi salah satu acara yang paling bersejarah di Thailand. Raja Maha Vajiralongkorn telah mengambil takhta sejak kematian ayahnya pada 13 Oktober 2016. Berikut beberapa informasi yang mungkin perlu kamu ketahui terkait penobatan resmi Raja Thailand.
1. Penobatan resmi Raja Rama X
Minggu ini, Raja Maha Vajiralongkorn atau yang dikenal dengan gelar Raja Rama X, akhirnya dinobatkan secara resmi sebagai Raja Thailand di usianya yang ke-66 ini. Raja Maha Vajiralongkorn merupakan anggota dinasti Chakri yang telah memerintah Thailand sejak Rama I naik takhta pada tahun 1782.
Ketika ayahnya yang telah menjabat sebagai raja selama 70 tahun meninggal pada Oktober 2016, Vajiralongkorn meminta waktu berduka sebelum naik takhta, meninggalkan Thailand tanpa raja selama 47 hari. Sejak itu, meskipun Vajiralongkorn telah resmi menjadi raja, namun hanya penobatan resmilah yang bisa membuat beliau dianggap secara simbolis telah menguasai kerajaan.
Penobatan resmi ini akan diselenggarakan pada Sabtu (4/5) 2019 yang diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari sampai Senin (6/5). Ini akan menjadi penobatan pertama di Thailand dalam 69 tahun lamanya, sejak mendiang ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej dimahkotai pada tahun 1950.
2. Estimasi biaya penobatan raja
Perayaan penobatan ini tentunya akan dirayakan secara besar-besaran di Thailand. Hal ini disebabkan karena Monarki Thailand dianggap sebagai pelindung spiritual dari orang-orang serta pemerintah Thailand, terutama di generasi yang lebih tua.
Menurut theguardian.com, biaya yang dikeluarkan untuk upacara ini diperkirakan mencapai lebih dari USD30juta, atau sekitar RP428,6 milyar.
Namun dilansir dari straitstimes.com, pemerintah telah mempersiapkan THB1 miliar atau USD42,5 juta atau sekitar Rp446 juta milyar untuk acara yang dianggap sebagai upacara prioritas di Thailand.
Ini akan menjadi campuran dari upacara keagamaan Buddha dan ritual Hindu Brahmana, yang secara simbolis akan menandai pengudusan raja sebagai Devaraja.
3. Masyarakat Thailand
Meskipun banyak acara utama yang akan diadakan secara tertutup di Grand Palace di Bangkok, namun masyarakat Thailand tetap bisa menyaksikannya karena upacara ini akan ditayangkan di televisi secara live.
Untuk berbagai acara yang boleh dirayakan publik, ribuan masyarakat Thailand diperkirakan akan memenuhi daerah Sanam Luang, lapangan bersejarah yang terletak berdekatan dengan Grand Palace.
Masyarakat Thailand dihimbau untuk menggunakan pakaian berwarna kuning selama masa selebrasi penobatan berlangsung, karena warna kuning berasosiasi dengan hari kelahiran Raja, yaitu hari Senin.
Makanan, minuman, serta sebagian servis transportasi publik akan digratiskan bagi mereka yang ingin berkunjung ke area penobatan sejak 2 Mei lalu.
Bagi banyak orang Thailand, ini akan menjadi kesempatan pertaman mereka menyaksikan penobatan. Ini dikarenakan penobatan terakhir dilakukan ketika Raja Rama IX naik takhta pada tahun 1950. Beliau merupakan raja yang paling lama memerintah di dunia sebelum kematiannya pada tahun 2016.
4. Raja Rama X menikahi wakil kepala pasukan pengawalnya sebelum penobatan resmi
Masyarakat Thailand telah mengetahui tentang penobatan resmi Raja Rama X, namun pernikahan dari Raja Maha Vajiralongkorn dengan kekasihnya, Suthida Tidjai baru saja diumumkan.
Hanya beberapa hari sebelum penobatan resminya, Raja Thailand Maha Vajiralongkorn telah menikahi wakil kepala pasukan pengawalnya dan memberikannya gelar Ratu Suthida yang berlangsung pada hari Rabu (1/5) lalu.
Raja Vajiralongkorn telah menikah dan bercerai sebanyak tiga kali, dan memiliki tujuh anak.
5. Kehidupan pribadi Ratu Suthida
Ratu Suthida tampil di muka publik secara resmi untuk pertama kalinya bersama dengan Rama X pada Kamis (2/5) lalu.
Beliau merupakan mantan pramugari Thai Airways yang berusia 40 tahun. Pada tahun 2014, Vajiralongkorn mengangkat Suthida Tidjai sebagai wakil komandan untuk unit pengawalnya.
Kemudian Suthida naik pangkat menjadi jenderal di ketentaraan Thailand pada Desember 2016 dan telah mendapatkan gelar sebagai bangsawan. (shn)