Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).
Prabowo mengatakan Pancasila menjadi pegangan bangsa Indonesia di tengah dunia yang makin terpecah. Pancasila merupakan pemersatu bangsa.
Pancasila adalah sebuah konsensus agung. Suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,
ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan hal itulah yang menjadi dasar tema peringatan Hari Pancasila tahun ini. Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini ialah 'Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia'.
Tema itu memiliki makna yang sangat mendalam. Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,
ujarnya.
Prabowo menegaskan Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila merupakan pedoman hidup untuk mengatur kehidupan berbangsa, bermasyarakat, bernegara.
Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,
imbuh dia
Dia berkali-kali menyinggung soal kejujuran.
Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?
kata Prabowo
Prabowo lalu memaparkan kekayaan-kekayaan sumber daya alam yang ada di Nusantara, yang dibutuhkan dunia modern. Mulai dari mineral hingga pertanian.
Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting: tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komioditas pertanian lainnya yang sangat penting,
tambah dia.
Kini, lanjut Presiden Prabowo, Indonesia telah mengalami swasembada pangan. Di saat, katanya, masih banyak negara lain yang kesulitan terkait pangan.
Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,
ujarnya.