Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 21-24 Agustus 2026: Kota-Kota Ini Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Hingga Diterjang Angin Kencang

Angga Yudha Pratama - 1 jam, 36 menit lalu

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kota-kota di Indonesia periode 21–24 Agustus 2026 akan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan lebat.

Mayoritas wilayah di Indonesia memang diprediksi masih akan didominasi cuaca cerah berawan, namun potensi hujan lebat yang datang tiba-tiba tetap patut diwaspadai masyarakat di beberapa daerah.

Baca juga:

Prakiaran Cuaca Jakarta 20 Agustus 2026: Siang Cerah Malam Berawan, Aktivitas Luar Ruangan Aman dari Hujan

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan intensitas hujan sedang hingga lebat di kawasan Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Papua, dan Papua Pegunungan.

Peta Sebaran Wilayah Rawan Cuaca Ekstrem

Ilustrasi

Beberapa wilayah berikut berpotensi diterjang hujan lebat disertai kilat, petir, hingga angin kencang. BMKG menetapkan tingkatan bahaya:

  • Status Siaga (Hujan Lebat - Sangat Lebat): Papua Pegunungan.

  • Potensi Angin Kencang: Bengkulu, Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Panduan Penting Menghadapi Cuaca Panas & Terik

Ilustrasi

Seiring bertambah kuatnya cengkeraman musim kemarau, suhu udara terasa jauh lebih panas dan kering. Untuk menjaga kesehatan selama beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, BMKG mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan berikut:

  1. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen): Lindungi kulit dari paparan langsung radiasi sinar ultraviolet.

  2. Cukupi Kebutuhan Air Minum: Konsumsi air putih secara rutin agar tidak terkena dehidrasi atau heat stroke.

  3. Waspadai Potensi Kebakaran: Dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di area rawan seperti semak belukar, hutan, dan lahan gambut. Segera laporkan ke pihak berwajib jika melihat titik api (hotspot).

  4. Bijak Menggunakan Air: Mulai hemat penggunaan air bersih untuk mengantisipasi risiko kekeringan panjang.

Waspada Bencana Lokal di Tengah Kemarau

Meski kemarau makin terasa, potensi hujan lokal berskala singkat yang diiringi angin kencang dan petir masih bisa terjadi.

Baca juga:

Pagi Ini NTT Diguncang Sejumlah Gempa, BMKG Pastikan Tak Terjadi Tsunami

Masyarakat diminta tetap ekstra hati-hati terhadap ancaman pohon tumbang, baliho roboh, genangan air mendadak, hingga sambaran petir.

Hindari berteduh di bawah pohon rindang, papan reklame, atau bangunan yang kondisinya sudah rapuh saat cuaca buruk melanda.

Baca Artikel Asli