Perdagangan Derivatif Kripto di Pintu Futures Meningkat, Strategi Short dan Long Jadi Idola Baru

Selasa, 20 Januari 2026 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Pasar aset kripto di Indonesia memasuki babak baru. Fenomena ini terlihat dari lonjakan drastis pada perdagangan derivatif yang kian digandrungi investor domestik.

PT Pintu Kemana Saja (Pintu) melalui produk unggulannya, Pintu Futures, melaporkan pertumbuhan unit pengguna aktif bulanan (MTU) yang fantastis, yakni mencapai hampir 500% secara year-on-year (YoY) pada kuartal IV 2025.

Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, menegaskan bahwa tren positif ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata kepercayaan masyarakat. Volume perdagangan derivatif di platformnya meroket lebih dari 370% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga:

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Jadi Ajang Taruhan, Penjudi Kripto Anonim Raup Cuan Rp 6,6 Miliar

“Performa positif tidak hanya ditunjukkan dari kenaikan signifikan MTU, namun secara volume trading, perdagangan derivatif crypto di Pintu Futures meningkat dalam periode yang sama yakni kuartal IV 2025 dibandingkan dengan kuartal IV 2024 naik lebih dari 370%," ujar Iskandar dalam keterangannya.

Iskandar menambahkan bahwa frekuensi perdagangan juga ikut melesat lebih dari 300%. Kepercayaan pengguna semakin kuat yang terlihat dari frekuensi deposit yang melonjak melampaui angka 450%. Hal ini menandakan trader semakin aktif memanfaatkan momentum fluktuasi harga untuk meraih profit.

Fitur Canggih dan Edukasi Jadi Kunci Utama

Pesatnya minat trader Indonesia juga didukung oleh kehadiran fitur-fitur profesional seperti advanced order type, initial margin buffer, hingga adjustable leverage hingga 25x. Pintu Futures juga menyediakan lebih dari 180 pilihan token aset kripto bagi pengguna untuk dieksplorasi.

“Perdagangan derivatif crypto membuka kesempatan bagi trader untuk mengoptimalkan strategi trading dalam berbagai kondisi pasar. Trader dapat mengambil posisi long maupun short sesuai dengan analisis dan strategi masing-masing," tambah Iskandar.

Baca juga:

5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi

Meski menawarkan potensi keuntungan tinggi, Iskandar tetap mengingatkan pentingnya mitigasi risiko bagi para pengguna. Ia menekankan bahwa literasi adalah fondasi utama dalam bertransaksi di instrumen berisiko tinggi.

“Masyarakat secara umum pasti sudah mengetahui bahwa derivatif crypto bersifat high risk high return. Untuk itu, persiapan yang matang sangat penting sebelum melakukan trading futures crypto, perketat manajemen risiko, dan terpenting adalah Do Your Own Research (DYOR)," tutupnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan