Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Toni Kroos Sebut Jerman Miskin Pemain Kelas Dunia Usai Babak Belur di Piala Dunia 2026

Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026

Merahputih.com - Sorak-sorai pendukung Timnas Jerman seketika senyap di area tribun stadion begitu eksekusi penalti terakhir Paraguay menggetarkan jaring gawang.

Raksasa sepak bola Eropa kembali tertunduk lesu, memperpanjang kutukan kegagalan turnamen mayor sejak malam kejayaan musim panas 12 tahun silam.

Kenangan manis trofi emas kini berubah menjadi mimpi buruk nyata setelah langkah armada Julian Nagelsmann terhenti prematur pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Baca juga:

Legenda Jerman Sebut Manuel Neuer Jadi Biang Kerok Kehancuran Der Panzer di Piala Dunia 2026

Mantan jenderal lapangan tengah Bayern Munich dan Real Madrid, Toni Kroos, langsung melayangkan kritik tajam melihat kemerosotan prestasi tanah airnya.

Toni

Sosok kunci pembawa gelar juara dunia 2014 lalu melihat ada masalah mendasar dalam komposisi skuad Jerman saat ini.

Saat ini kami tidak memiliki satu pun pemain kelas dunia. Kami memiliki pemain dengan potensi kelas dunia, tetapi itu tidak berarti mereka kelas dunia,

Toni Kroos lewat siaran podcast pribadinya.

Kehilangan Pemimpin Penentu Kemenangan

Kroos menilai para pemain masa kini gagal menunjukkan kapasitas kepemimpinan saat menghadapi situasi krusial turnamen.

Hal ini terlihat kontras dengan negara-negara unggulan lain memiliki sosok pembeda di atas lapangan hijau.

Jerman

Mantan gelandang elegan ini menggarisbawahi kegagalan skuad mengantisipasi permainan disiplin Paraguay akibat rasa percaya diri berlebihan.

Berikut rincian fakta serta perbandingan performa pemain top pada turnamen kali ini:

Borok Mentalitas Sombong Skuad Jerman

Hilangnya determinasi tinggi dinilai menjadi penyebab utama kegagalan total peraih empat gelar juara dunia ini.

Baca juga:

Jurgen Klopp Sudah Terbuka untuk Tangani Timnas Jerman, Julian Nagelsmann Berlindung di Balik Kontrak Baru

Skuad Jerman era sekarang dinilai terlalu cepat berpuas diri serta menganggap remeh kekuatan tim lawan sebelum peluit panjang berakhir.

“Dulu ketika kami memiliki turnamen sukses, saya selalu merasa kami bisa meningkatkan performa. Tim ini saat ini tidak lagi mampu melakukan itu. Kami hanya berpikir kami lebih baik dari Paraguay, dan kami akan menang entah bagaimana caranya,” tutur Kroos.

Baca Artikel Asli