Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Penghasilan Utama ISIS

Fadhli - Rabu, 08 April 2015

MerahPutih Internasional - ISIS secara jelas sudah menjadi teror internasional dan telah mencoreng agama yang dibawanya. Sering kali kelompok radikal ini melakukan kejahatan sebagai penghasilan utama ISIS, tentunya untuk menghidupi kegiatan jahatnya. (Baca: ISIS Produksi dan Selundupkan Minyak)

Telah menjadi rahasia umum bahwa ISIS telah mencuri banyak uang. Menurut CNN pada bulan Juni 2014, ISIS merampok beberapa bank di Mosul, Irak. Mereka mencuri sekitar 500 juta dollar Amerika, meskipun belum dikonfirmasi jumlah tepatnya oleh perusahaan intelijen global, Stratfor. Di Suriah, ISIS telah menguasai fasilitas minyak dengan merebutnya dari kelompok pemberontak al-Nusra. (Baca: ISIS Dapat Penghasilan Tambahan dari Uang Tebusan)

Belum lama ini, seperti dikutip dari CNN, Duta besar Irak untuk PBB juga membuat kehebohan ketika dirinya menyatakan telah menemukan tubuh termutilasi, ditemukan luka menganga dari punggung mayat. Pada kesempatan itu, Mohamed Alhakim juga menunjukkan beberapa bagian yang hilang dari mayat. (Baca: Penjarahan Situs Kuno Bersejarah Kerap ISIS Lakukan)

Dengan ditemukannya mayat ini, Mohamed Alkahim berspekulasi bahwa kemungkinan ISIS melakukan tindak pencangkokan dan perdagangan organ warga sipil yang tewas.

Namun masih ada skeptisisme tentang itu, mengingat sulitnya menemukan organ dalam manusia yang sehat di medan perang. Mark Lyall Grant, Duta Besar Inggris untuk PBB, mengatakan belum ada bukti untuk mendukung pernyataan Al Hakim.

Mouaz Moustafa, direktur eksekutif dari Satuan Tugas Darurat Suriah di Washington, mengatakan kepada CNN bahwa Raqqa, Suriah, telah dijadikan semacam lumbung oleh ISIS. "Mereka punya kapas dan gandum," ucap Moustafa.

Tahun lalu, ISIS mengumumkan bahwa mereka akan membuat "Departemen Keuangan" sendiri. Mereka akan mulai pencetakan emas, perak, dan tembaga sendiri untuk dijadikan koin dalam "Sistem Keuangan Negara Islam Resmi." 

Tidak jelas apakah alat pembayaran mereka itu akan memiliki nilai dalam sistem internasional. ISIS mengatakan bahwa langkah ini adalah "murni didedikasikan untuk Tuhan." ISIS juga menyatakan akan menghapus Muslim dari "sistem ekonomi global yang didasarkan pada riba setan."

Baca Artikel Asli