Pengguna Telegram Tembus Setengah Miliar
Kamis, 14 Januari 2021 -
TELEGRAM, aplikasi pesan instan berbasis cloud, kini memiliki setengah miliar pengguna aktif secara global dengan 25 juta tambahan pengguna baru di minggu pertama Januari. Lonjakan unduhan ini menunjukkan bahwa publik kini semakin memahami arti pentingnya data pribadi dan tidak bersedia menukarkan privasinya untuk kepentingan bisnis.
25 juta pengguna baru yang bergabung terdiri dari 38 persen dari Asia, 27 persen dari Eropa, 21 persen dari Amerika Latin, serta delapan persen dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Angka ini merupakan peningkatan yang signifikan dari tahun lalu yang hanya mencapai 1,5 juta pengguna baru mendaftar setiap hari.
Selama tujuh tahun beroperasi, Telegram mengalami beberapa lonjakan dalam jumlah unduhan namun lonjakan kali ini yang paling signifikan. Dengan setengah miliar pengguna aktif dan tingkat pertumbuhan yang semakin cepat, Telegram menjadi platform berkomunikasi secara aman bagi para penggunanya.
Baca juga:
Mengenal Sejumlah Fitur Terbaru Telegram
Telegram berkomitmen dalam perlindungan data pribadi dan senantiasa menempatkan penggunanya sebagai prioritas. Aplikasi ini tidak memonetisasikan data pribadi pengguna untuk pembuatan profil iklan bertarget. Sejak hari peluncuran pada Agustus 2013 lalu, Telegram tidak pernah mengungkapkan satu byte pun dari data pribadi penggunanya kepada pihak ketiga.
Setiap obrolan di Telegram telah dienkripsi secara aman sejak aplikasi pertama diluncurkan. Berbeda dengan beberapa aplikasi private messaging lainnya yang hanya menggunakan protokol enkripsi umum.
Ada dua lapisan enkripsi yang diterapkan, yakni Secret Chats yang end to end dan Cloud Chats yang menawarkan penyimpanan cloud dan terdistribusi secara real time.
Baca juga:
Enkripsi server-client Telegram digunakan pada Cloud Chats (obrolan pribadi dan grup). Sementara bagi mereka yang membutuhkan privasi lebih, Secret Chats menggunakan lapisan tambahan enkripsi client-client yang tidak akan meninggalkan jejak di server.
Selain itu, Secret Chats bukan bagian dari cloud Telegram dan hanya dapat diakses di perangkat asal. Ini berarti hanya pengguna dan penerima yang dapat membaca pesan tersebut, tidak ada pihak lain yang dapat menguraikannya, termasuk Telegram sendiri. Meskipun, semua jenis data dienkripsi dengan cara yang sama. (and)
Baca juga: