MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan mengambil alih aset-aset yang dimiliki oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Aset besar yang diambil Pemprov DKI antara lain Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome (JIV).
Pengambilalihan aset dilakukan untuk meminimalisir penyusutan aset. Sebab, PT Jakpro selama ini harus menanggung penyusutan sejumlah aset, JIS dan VIC. Penyusutan aset terjadi seiring waktu penggunaan kedua aset besar tersebut.
"Kalau kita membangun, memang (nilai) asetnya besar, tetapi penyusutannya itu juga cukup besar," ujar Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI, Nasruddin Djoko Surjono di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (8/8).
Baca juga:
Jika rencana ini terwujud, bukan berarti PT Jakpro akan melepas aset ini sepenuhnya. Akan dilakukan pembagian untuk pengelolaan sarana dan prasarana.
Rencananya, Jakpro bakal mengelola sarana aset-aset yang diserahkan atau bertindak sebagai operator. Sementara, Pemprov DKI mengurus prasarana, termasuk kepemilikan dan menanggung beban penyusutan aset.
"Jadi prasarananya memang sebaiknya dikelola oleh Pemprov, ini yang sekarang lagi dikaji seperti itu. Karena apa? sarananya itu kalau dikelola oleh si jakpro itu biaya penyusutannya gede," ungkapnya.
Baca juga:
Djoko menuturkan, konsep pengelolaan aset ini sudah dilakukan oleh pemerintah pusat. Ia mencontohkan salah satunya adalah pembagian tugas antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk aset LRT Jabodebek.
"Nah untuk sarananya, itu dikelola oleh contohnya KAI. Prasarananya itu oleh kementerian. Nah kita ini coba modelkan seperti itu," uraian.
Baca juga:
JakPro Hormati Proses Hukum Warga Eks Kampung Bayam secara Profesional dan Transparan
Kendati demikian, rencana ini disebutnya masih dalam tahap pengkajian, termasuk oleh PT Jakpro sendiri. Belum bisa dipastikan pelaksanaannya nanti, termasuk apakah aset akan diserahkan atau dibeli karena menunggu hasil kajian tersebut.
"Ya nanti. Nanti kita masih kaji. hasil kajiannya itu sedang dilakukan oleh Jakpro juga. Jadi sebaiknya memang terhadap mengantisipasi penyusutan itu," tutupnya. (Asp)