MERAHPUTIH.COM — PARA pemimpin dunia menyuarakan harapan akan adanya penataan ulang (reset) hubungan dengan Amerika Serikat, Rabu (4/11). Harapan ini muncul setelah para pemilih memberikan kekalahan besar pada pemilu sela (midterm) bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Partai Demokrat merebut kendali atas Senat dan DPR, memberikan mereka wewenang untuk memblokir undang-undang dan menunda penunjukan pejabat oleh Trump.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan dia berharap dapat melihat inisiatif baru untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan Ukraina.
"Dengan mayoritas mereka di kedua kamar Kongres, Partai Demokrat mungkin akan berusaha mengubah arah politik di Amerika Serikat," kata Wadephul.
Melalui kerja sama antara Amerika Serikat dan Eropa, ia melihat kemungkinan peluang baru untuk meluncurkan inisiatif baru guna menyelesaikan berbagai konflik, ujarnya.
Baca juga:
Hasil Pemilu Sela AS, Demokrat Kuasai DPR Tapi Republik Perkasa di Senat
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan kekalahan Trump menunjukkan gelombang sayap kanan global mulai meredup.
"Ini terjadi di Brasil. Ini baru saja terjadi di AS. Dan ini akan segera terjadi di Spanyol," kata pemimpin sosialis tersebut, menjelang pemilu yang akan datang akhir bulan ini.
Gelombang sayap kanan tidak lagi berkembang, tapi mulai terurai.
Pihak Rusia menyampaikan harapan akan upaya perdamaian setelah pemilu sela.
"Presiden Trump terus menjalankan wewenangnya. Kami dengan tulus berharap beliau juga akan melanjutkan upaya perdamaiannya," kata juru bicara Dmitry Peskov.
Peluang hubungan yang membaik juga disampaikan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Ia mengatakan hasil pemilu sela AS dapat mencairkan hubungan yang tegang antara Pretoria dan Washington.
"Kami berharap secara bilateral, akan ada kesamaan pandangan. Kami akan menemukan jalan ke masa depan yang tepat terkait dengan geopolitik serta masalah perdagangan dan investasi," katanya.
Ia menambahkan ia berharap hasil ini akan memulai era baru dalam hubungan dunia.
Mengatasi Perang dan Masalah Biaya Hidup
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyuarakan harapan agar Kongres AS yang baru akan terus mendukung Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap Rusia.
"Saya berharap Kongres baru akan terus mendukung Ukraina dan memberikan lebih banyak tekanan kepada Rusia," katanya.
Kallas menambahkan Eropa dan Amerika Serikat jauh lebih kuat jika bersama-sama dalam mendesak Moskow untuk mengakhiri perangnya.
Di lain sisi, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan hasil ini merupakan kesempatan bagi dunia untuk bersatu dalam mengatasi masalah biaya hidup.
"Presiden Trump telah menerima hasilnya, dan saya merasa dunia kini memiliki kesempatan untuk bersatu di sekitar isu yang memengaruhi kita semua, yaitu biaya hidup," kata Burnham.(dwi)
Baca juga:
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'