MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Paripurna hari ini untuk membacakan Kerangka Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), tidak ada kaitannya dengan pelemahan rupiah.
Saya melihat tidak dalam satu aspek pelemahan rupiah itu membuat Bapak Presiden harus membacakan sendiri KEM-PPKF,
kata Misbakhun, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Dia melihat, kehadiran Prabowo di DPR adalah bentuk keseriusan terhadap anggaran negara,
Saya melihat bahwa ada sebuah concern yang serius dari Bapak Presiden bahwa APBN itu mulai dari awal itu menjadi sebuah policy yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas yang harus dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden,
imbuhnya.
Baca juga:
Menurutnya, situasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan rupiah tidak bisa dikaitkan dengan urusan KEM-PPKF.
Karena persoalan nilai tukar hanya salah satu aspek dalam kerangka ekonomi makro.
Di dalam asumsi makroekonomi kita itu ada banyak parameter, nilai tukar itu hanya salah satu. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan tidak ada di sana dibicarakan. Tetapi di KEM-PPKF itu kita akan membicarakan secara makro, kerangka ekonomi kita di tahun 2027 itu akan dimulai seperti apa,
ungkapnya.
Ia menjelaska, pembacaan KEM PPKF memang dilakukan setiap tanggal 20 Mei sebagai putaran awal pembahasan nota keuangan APBN yang akan dibacakan pada 16 Agustus mendatang.
Selain itu, kehadiran Prabowo untuk menyampaikan KEM PPKF secara langsung akan sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan, sekaligus menunjukkan keseriusan presiden dalam menangani berbagai gejolak ekonomi. (*)