MerahPutih.com - Pelaku bom bunuh diri Rofik Asharudin (22) warga Kampung Kranggan Kulon RT01/RW02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ternyata sempat mendaftar di PTN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan diterima.
Namun, ia tidak jadi berkuliah setelah mengetahui ada mata kuliah Pendidikan Pancasila. Demikian diugkapkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Surakarta, Dr Syamsul Bakri saat dihubungi awak media di Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/6).
"Bagian akademik mendapati berkas masiswa yang diterima mendaftar di kampus IAIN Surakarta atas nama Rofik Asharudin pada 2016. Namun, Rofik tidak jadi berkuliah setelah mengetahui ada mata kuliah Pendidikan Pancasila," ujar Syamsul.
BACA JUGA: Ada Serbuk Sisa Bom di Perut Pelaku Bom Solo
Bahkan saat berlangsungnya orentasi mahasiawa baru (ospek), dia tidak ikut. Hal itu diutarakan Rofik pada taman-taman alumni MAN 2 Surakarta yang kebetulan juga diterima di IAIN Surakarta.
"Ya karena belum resmi masuk sebagai mahasiswa, dia (Rofik) belum mendapatkan KRS (Kartu Rencana Studi)," kata dia.
Seorang tetangga Rofik, Haryono (46), mengatakan usai lulus Rofik pernah pergi meniggalkan rumah tanpa pamit selama tiga bulan. Kemudian kembali ke rumah dengan sikap berbeda.
"Dulunya suka main gitar dan bernyanyi sekarang bilang musik haram. Dulu kerap salat berjamaah tiba-tiba sudah tidak. Teman dekatnya pernah juga memergoki nonton konten video aksi ISIS di Suriah lewat ponsel miliknya," kata dia
BACA JUGA: Polisi: Pelaku Bom Bunuh Diri Solo Pendiam dan Jarang Sosialisasi
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku yakni Rofik Asharuddin (RA) melakukan serangan bom bunuh diri di Pospam Satlantas di pertigaan Tugu Kartasura, Senin (3/6) pukul 23.00 WIB.
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.