Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pabrik Sabu 1,2 Ton Dibongkar di Pidie Aceh, 11 Orang Ditangkap

Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026

MerahPutih.com - Pengungkapan pabrik sabu dengan barang bukti mencapai 1,2 ton di Kabupaten Pidie, Aceh, menjadi sinyal serius perubahan ancaman narkotika di Indonesia.

Jaringan internasional kini diduga tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, tetapi juga lokasi untuk memproduksi narkoba.

Baca juga:

Modus Penyelundupan 1 Ton Ketamin Terungkap, Libatkan Transaksi Antarkapal

Kapolri Suyudi Ungkap Pabrik Sabu di Pidie Aceh

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, temuan laboratorium gelap tersebut memperlihatkan adanya ancaman baru yang perlu diantisipasi aparat penegak hukum bersama masyarakat.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, melainkan target produksi jaringan internasional.

kata Suyudi dalam konferensi pers di lokasi pabrik di Pidie, Aceh, Sabtu (24/10)

Pabrik sabu tersebut dibongkar dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Bea Cukai di sebuah rumah toko (ruko) di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pada Kamis (22/10).

Pada pengungkapan itu, petugas menyita sabu berbentuk cair dan kristal dengan total barang bukti mencapai 1,2 ton.

Baca juga:

Kasus Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Selat Malaka, 8 Awak Kapal MT Global 168 Diamankan

Aparat juga mengamankan peralatan produksi narkotika serta menangkap 11 orang yang diduga terlibat, termasuk dua warga negara asing asal Tiongkok.

Menurut Suyudi, keberhasilan membongkar laboratorium gelap tersebut menjadi pukulan bagi jaringan narkotika internasional.

Namun, pengungkapan itu sekaligus menunjukkan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penggunaan bangunan biasa sebagai tempat produksi narkoba.

Ia meminta TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk mencegah rumah, ruko, dan bangunan lainnya dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

Polisi Bakal Selidiki Bahan Baku hingga Jaringan Produksi Narkoba

Suyudi juga mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Kewaspadaan warga dinilai penting untuk membantu aparat mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan produksi narkotika.

Ia menyebut narkotika sebagai bentuk penjajahan gaya baru karena dapat merusak generasi muda dan melemahkan ketahanan nasional.

Negara tidak pernah kalah dan tidak akan pernah memberi ruang sedikit pun kepada para bandar narkoba di bumi pertiwi yang kita cintai ini.

tegas Suyudi

Pengungkapan pabrik sabu di Aceh tersebut menjadi peringatan bahwa pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan mengawasi jalur peredaran.

Aparat juga perlu mengungkap jaringan produksi, pasokan bahan baku, serta pihak-pihak yang berada di balik operasional laboratorium gelap. (knu)

Baca Artikel Asli