PRODUK kesehatan bisa saja terbuat dari berbagai bahan terkonsentrasi dalam formula tertentu. Salah satunya, merica. Bumbu masak ini kemudian diolah menjadi produk kesehatan lainnya, seperti balsam atau lilin aromaterapi. Meski terdengar mustahil, tetapi Pepper Secret bisa mewujudkannya, loh.
Pepper Secret adalah UMKM asal pulau Belitung, Bangka Belitung. Sesuai namanya, rahasia di balik produknya adalah kehadiran merica. Merica atau biasa disebut sebagai lada adalah salah satu rempah khas Indonesia. Di Bangka Belitung, masyarakat lokal lebih sering menyebutnya dengan nama sahang.
Baca Juga:
Rempah berbentuk butiran ini memiliki warna cokelat muda atau bernuansa gelap. Cita rasanya pedas dan panas, agak mirip dengan cabai. Biasanya digunakan orang-orang untuk menyedapkan masakan dan menambah selera makan. Founder Pepper Secret Yosefin Rosalia Wijaya mengkreasikannya agar dapat memberikan nilai tambah.
“Kami mengolah lada menjadi produk turunannya. Ada sabun, ada lilin, ada body lotion, ada aromaterapi, semuanya dari lada,” ungkap Yosefin, sebagaimana dilansir oleh Tribunnews, Selasa (9/8).
Lada-lada ini didatangkan langsung dari Belitung. Pulau nan identik dengan Laskar Pelangi tersebut merupakan daerah penghasil lada dengan kualitas terbaik di dunia menurut Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Lada juga menjadi salah satu komoditas utama dari Bangka Belitung sejak era kolonial Belanda pada abad ke-19. Saat itu, lada dianggap lebih stabil dan memiliki nilai jual dibandingkan pertambangan timah.
Nah, Yosefin bersama tim kemudian mengolah lada hitam dan lada putih melalui proses distilasi (proses pemanasan hingga lada tadi berubah jadi uap lalu didinginkan). Lada hitam merupakan lada dikeringkan setelah dipetik. Sementara lada putih merupakan lada direndam selama 10-14 hari supaya teksturnya lunak dan kulitnya terlepas. Setelah hasilnya mendingin, lada-lada tadi akan digiling dan diekstrak untuk diambil minyak atsirinya.
Baca Juga:
Contoh produk memiliki minyak atsiri di dalamnya adalah pengharum ruangan terbuat dari merica dan jeruk mandarin. Ada pula minyak dan balsam otot terbuat dari ekstrak lada hitam dan berguna untuk meredakan nyeri pada otot. Produk lainnya adalah sabun batang terbuat dari buah lada serta jeruk mandarin dan memiliki kandungan anti-bakteri di dalamnya.
Meski mengandung merica sebagai bahan dasar utama, Yosefin tetap menggunakan dan mencampurkan bahan-bahan lain supaya produk tadi tetap bisa berguna sebagai mestinya dan tidak terasa maupun terasa pedas saat dihirup. UMKM ini mencoba terus mengombinasikan bahan-bahan lain bersama merica supaya bisa lebih disenangi pasar. Misalnya jeruk dan serai wangi.
Merica memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Melansir healthline, ekstrak lada memiliki manfaat sebagai anti-radang dan mengurangi nyeri pada otot maupun kulit. Kandungan piperine terutama dalam lada hitam bisa menjadi pengurang rasa sakit alami.
Selain dijadikan bahan dalam produk kesehatan, mereka juga menyulap lada menjadi produk fesyen. Misalnya ada selendang lada (sahang scarf) terbuat dari buah lada. Hal ini menjadikannya sebagai produk lebih ramah lingkungan. (mcl)
Baca Juga:
4 Tren Makro Makanan dan Minuman Paskapandemi di Asia Pasifik