MerahPutih.com - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mengusulkan masa pemberlakuan diskon 50 persen terhadap tiket kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) diperpanjang. Usulan ini diminta MRT untuk menarik penumpang yang loyal agar bertahan menggunakan MRT.
Direktur Utama PT MRT William Sabandar mengaku pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Pemprov DKI terkait usulan diskon tarif MRT 50 persen diperpanjang ini. Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu Gubernur Anies untuk membuat keputusan soal diskon ini dilanjutkan atau mulai menerapkan tarif normal.
Adapun berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh PT MRT bersama dengan Universitas Indonesia (UI), ditemukan 36 persen dari pengguna MRT akan berkurang menggunakan MRT jika tarif normal diberlakukan.
"Kita usulkan. Pak Gubernur kasih waktu dua minggu (untuk diskon)," ucap William, di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Selasa (30/4).
Saat ditanya terkait hal ini Gubernur Anies menuturkan belum ada keputusan darinya meski besok 1 Mei diskon tersebut sudah tidak berlaku. "Ya, nanti ada pengumuman sendiri," ujar Anies, ketika dikonfirmasi di tempat yang sama.
Seperti diketahui, Pemprov dan DPRD DKI Jakarta bersepakat untuk menetapkan tarif MRT pada angka Rp 3 ribu hingga Rp 14 ribu, tergantung dengan stasiun asal serta stasiun tujuan. Akibat diskon itu ongkos maksimal yang dikenakan untuk penggunaan MRT dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus ataupun sebaliknya hanya Rp 7.000. (Asp)