Nadaism, Karya Seniman Muda di Japan Foundation

Kamis, 07 Mei 2015 - Fredy Wansyah

MerahPutih Budaya - Kata "isme" merupakan arti dari pemahaman. Begitulah pula bagi seniman muda, Dwinanda Agung K, yang mengunjukkan karyanya dengan dalam pameran berlabel "Nandaism".

Dwinanda memajangkan 50 karyanya di Pusat kebudayaan Jepang, Japan Foundation, Jakarta. Pameran ini akan berlangsung sejak kemarin, Rabu (7/5) hingga Jumat (15/5).

Bagi Dwinanda, pemikiran atau pemahaman seseorang perlu dihargai. Intervensi akan mematikan pemikiran dan pemahaman. Keduanya perlu dijaga sebagai seni dari seorang manusia.

Pemahaman tersebut tertuang melalui ruangan dan karya seni. Ruangan pameran mengadaptasi pemikiran sang seniman dengan mengaitkan karya-karyanya.

Koordinator Program Bagian Budaya Japan Foundation Yui Rieko, saat pembukaan pameran, Rabu (7/5) malam, menjelaskan, ruang seni seperti ini merupakan langkah menghargai karya seniman muda. "Kita dapat memandang positif selama kita paham kehidupan," tutur Yiu. (fre)

Baca Juga:

Radhar Panca Pernah Berdebat dengan Sitor Situmorang karena Sukarno

Melirik Siti Nurbaya saat Dipentaskan Lewat Tarian

Julia Suryakusuma: Sikap Sitor Situmorang terhadap Perempuan Lebih dari Sukarno

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan