MerahPutih.com - Rumah yang dahulu menjadi kediaman maestro Bing Slamet di Jalan Arimbi Nomor 7, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, kini kembali dibuka untuk masyarakat dalam bentuk berbeda.
Rumah tersebut resmi bertransformasi menjadi Museum Bing Slamet, ruang yang menyimpan perjalanan hidup, karya, dan kiprah sang seniman melalui koleksi sejarah serta berbagai fasilitas interaktif.
Museum Bing Slamet diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Minggu, 27 September 2026. Peresmian itu bertepatan dengan Hari Komedi Nasional sekaligus hari kelahiran Bing Slamet.
Momentum tersebut menjadi penanda untuk kembali mengenang sosok yang memiliki peran penting dalam perkembangan seni pertunjukan Indonesia.
Rumah Bing Slamet Dipertahankan sebagai Bagian dari Sejarah
Alih-alih mengubah rumah secara menyeluruh, Kementerian Kebudayaan mempertahankan karakter bangunan peninggalan Bing Slamet.
Renovasi dilakukan secara ringan dengan tetap menjaga arsitektur dan sejumlah ruang asli rumah. Dengan begitu, suasana serta nilai historis kediaman sang maestro tetap terasa.
Di dalam museum, perjalanan Bing Slamet disusun melalui delapan area pameran.
Kisah tersebut dimulai dari masa kecil, perjalanan di dunia musik, kiprahnya sebagai pelawak dan aktor, kehidupan keluarga, hubungan dengan sesama seniman, hingga keterlibatannya dalam masa perjuangan kemerdekaan.
Baca juga:
Pemerintah dan Keluarga Sepakat Jadikan Rumah Bing Slamet Museum
Gitar hingga Surat Pribadi Jadi Koleksi
Jejak kehidupan Bing Slamet juga dapat ditemukan melalui berbagai benda peninggalan.
Gitar, piringan hitam, piagam penghargaan, foto keluarga, surat pribadi, pakaian, hingga sejumlah memorabilia menjadi bagian dari koleksi museum.
Benda-benda tersebut membawa pengunjung lebih dekat dengan sosok Bing Slamet sekaligus perjalanan kehidupannya sebagai seniman.
Pengalaman di museum tidak berhenti pada koleksi sejarah.
Sejumlah fasilitas interaktif turut dihadirkan, mulai dari radio lama dan headphone bergaya vintage hingga AI photo booth dan fitur dubbing suara.
Pengunjung juga dapat melihat gambaran Jakarta pada masa lalu melalui peta digital. Selain itu, tersedia ruang pertunjukan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.
Fadli Zon Ingin Museum Jadi Pusat Budaya
Bagi Fadli Zon, Museum Bing Slamet diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk mengingat nama besar sang maestro.
Lebih jauh, keberadaan museum tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan sejarah sekaligus sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.
Yang paling penting masyarakat yang ada di sini mendukung supaya museum ini menjadi salah satu pusat budaya,
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.
Fadli juga mengingat kembali fungsi rumah tersebut pada masa lalu.
Pada era 1950-an hingga 1970-an, kediaman Bing Slamet dikenal sebagai salah satu tempat berkumpulnya para seniman dan budayawan.
Di rumah itu, mereka bertemu, bertukar gagasan, berdialog, dan berdiskusi mengenai berbagai hal seputar seni dan kebudayaan.
Bagian dari Revitalisasi Museum dan Cagar Budaya
Penataan Museum Bing Slamet menjadi bagian dari program revitalisasi museum dan cagar budaya yang dijalankan Kementerian Kebudayaan sepanjang 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Restu Gunawan mengatakan, sekitar 200 museum dan cagar budaya direvitalisasi secara bertahap pada tahun ini.
Kehadiran Museum Bing Slamet pun tidak hanya menghidupkan kembali bangunan bersejarah, tetapi juga membuka akses masyarakat untuk mengenal perjalanan seorang seniman melalui ruang yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.
Keluarga Ingin Kenangan Tetap Hidup
Dari sisi keluarga, pembukaan kembali rumah tersebut menjadi momen untuk menghidupkan kembali kenangan lama.
Adi Bing Slamet menyebut rumah keluarganya dahulu bukan hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga ruang berkumpul dan berkreasi bagi para seniman dari berbagai generasi.
Rumah ini dibuka kembali untuk publik, bukan hanya sebagai tempat mengenang Bing Slamet,
Adi Bing Slamet
Kini, rumah tersebut memang telah berubah fungsi. Namun, perubahan itu sekaligus menghadirkan kembali cerita tentang kebersamaan para insan seni yang pernah tumbuh di dalamnya.
Bagi keluarga Bing Slamet, museum menjadi cara untuk menjaga kenangan tersebut agar dapat terus dikenal oleh masyarakat.
Baca juga:
Jejak Bing Slamet dalam Seni Indonesia
Nama Bing Slamet telah lama menjadi bagian dari perjalanan seni Indonesia.
Ia dikenal sebagai seniman multitalenta yang menjalani karier sebagai pencipta lagu, penyanyi, aktor, sekaligus komedian.
Kiprahnya juga tercatat melalui sejumlah kelompok seperti Trio Los Gilos, Kuartet Jaya, serta dunia musik bersama Eka Sapta.
Dengan dibukanya Museum Bing Slamet, masyarakat kini memiliki ruang untuk melihat lebih dekat kehidupan sang maestro.
Bukan hanya melalui karya yang ditinggalkannya, tetapi juga melalui rumah, benda-benda pribadi, serta cerita tentang lingkungan seni yang pernah mengitarinya.
Dari sebuah rumah di Tanah Tinggi, jejak Bing Slamet sekaligus menjadi pintu untuk mengenal perjalanan musik, film, dan komedi Indonesia. (Far)