MerahPutih.com - Pemimpin de facto Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan terpilih sebagai presiden negara Teluk Arab itu. Sheikh Mohammed, yang dikenal sebagai MbZ, dipilih sebagai presiden oleh dewan agung federal pada Sabtu (14/5).
Ia dipilih satu hari setelah saudara tirinya, Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed wafat oleh dewan yang terdiri dari para pemimpin tujuh emirat di federasi UAE.
Baca Juga:
Balik ke Indonesia dari AS, Jokowi Transit di UEA Buat Sampaikan Duka Cita
"Kami mengucapkan selamat baginya dan berjanji untuk setia kepadanya, demikian pula dengan rakyat kami," kata pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, yang juga merupakan wakil presiden dan perdana menteri UAE.
MbZ (61 tahun) telah selama bertahun-tahun memegang kekuasaan di belakang layar. Ia juga memimpin penataan kembali Timur Tengah, yang menciptakan poros baru anti Iran dengan Israel.
Jabatan sebagai presiden memperkuat posisi Sheikh Mohammed sebagai penguasa negara penghasil minyak pada keanggotaan OPEC serta sebagai pemain kunci di kawasan.
Selama ini, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan memegang kekuasaan sebagai putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (UEA).
Presiden Joko Widodo telah beberapa kali bertemu. Bahkan, Mohammed bin Zayed al-Nahyan jadi salah satu nama jalan tol di Indonesia. (*)
Baca Juga:
Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal Dunia