Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya

Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026

Merahpputih.com - Mobil listrik BYD asal China dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena milik militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang.

Kebijakan ini diterapkan karena kendaraan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko keamanan di lingkungan militer.

Baca juga:

Ini Dia Penantang Toyota Alphard! BYD M9, MPV Premium dengan Teknologi PHEV dan Kabin Mewah

Mengutip laporan Carscoops, petugas keamanan Pangkalan Udara Kadena diperintahkan menolak seluruh kendaraan BYD, termasuk taksi, kendaraan pengiriman, hingga mobil milik kontraktor.

Letnan Kolonel Alli Stormer dari Pangkalan Udara Kadena menyebut kendaraan BYD menghadirkan risiko yang dinilai tidak dapat diterima dan tidak bisa dimitigasi oleh personel maupun misi militer di lokasi tersebut.

Meski demikian, Stormer tidak merinci alasan spesifik di balik kebijakan itu.

Baca juga:

Revolusi BYD Flash Charging Hadir di Indonesia, Isi Daya EV Kini Sekilat Isi Bensin di SPBU

Kamera dan Sensor BYD Jadi Sorotan

Sejumlah laporan menduga kamera dan sensor yang terpasang pada kendaraan modern BYD menjadi salah satu sumber kekhawatiran. Perangkat tersebut dinilai berpotensi merekam informasi sensitif di lingkungan pangkalan militer.

Kekhawatiran ini muncul di tengah meningkatnya perhatian Amerika Serikat terhadap risiko keamanan yang berkaitan dengan teknologi dan produk asal China.

Baca juga:

BYD Hadirkan Flash Charging di Indonesia, Ngecas Mobil Listrik 10-97 Persen Cuma 9 Menit

BYD sebelumnya masuk dalam daftar perusahaan yang menurut Pentagon mendukung militer China. Di sisi lain, produsen kendaraan asal China juga menghadapi tarif tinggi serta berbagai pembatasan akses pasar di Amerika Serikat.

Sejumlah anggota parlemen AS bahkan mendorong aturan yang bertujuan membatasi atau melarang pemasaran kendaraan China di negara tersebut.

Baca Artikel Asli