Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Mitos Kesehatan yang Hidup dalam Kepala Orangtua

P Suryo R - Jumat, 17 Agustus 2018

ORANG tua selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Segala macam perawatan dilakukan oleh orang tua supaya anak selalu dalam keadaan sehat. Beberapa mitos berkembang di masyarakat dan dipercayai mampu menjaga kesehatan anak-anak. Berikut beberapa mitos yang dilakukan oleh orang tua hingga saat ini:

1. Penggunaan sabun antiseptik itu baik

sabun
Tidak baik sering menggunakan sabun antiseptik. (Foto: Pixabay/joe137)


Antiseptik mampu membunuh kuman secara efektif. Supaya anak-anak terhindar dari kuman dan bakteri jahat, para orang tua rutin memandikan anaknya dengan sabun yang mengandung antiseptik. Memandikan anak dengan antiseptik dipercaya membuat anak-anak terhindar dari penyakit. Padahal penggunaan antiseptik berlebihan pada anak-anak tidak baik untuk kesehatan. "Gunakan antiseptik sesekali atau pada saat dibutuhkan. Apabila digunakan secara rutin maka menimbulkan iritasi dan membuat anak rentan iritasi," ujar Dokter Spesialis Dermatologis Anak, dr. Matahari Arsy, SpKK.

2. Mencuci tangan setiap saat itu sehat


Mencuci tangan merupakan kebiasaan baik dan dianggap sebagai upaya melindungi diri dari kuman. Hal tersebut membuat para orang tua meminta anaknya untuk rutin mencuci tangan. Ketika mereka pulang dari bermain di luar rumah, harus cuci tangan. Hendak makan, harus cuci tangan. Mau tidur, cuci tangan. Meskipun baik, budaya mencuci tangan tak perlu dilakukan dalam intensitas tinggi. "Mencuci tangan terlalu sering (lebih dari tiga kali sehari) dapat merusak barier kulit," jelas dr. Mentari yang kerap disapa dokter Tari tersebut. Anak tak perlu mencuci tangan jika bakteri tidak terlalu membahayakan. Cuci tangan hanya jika anak main kotor.

3. Kebiasaan mengoles minyak pada bayi

bayi
Minyak digunakan untuk memijat bayi. (Foto: Pexels/Pixabay)


Penggunaan minyak bayi dengan cara yang tepat bermanfaat untuk kesehatan anak. Minyak bisa digunakan untuk memijat bayi. Pijatan pada bayi berguna untuk tumbuh kembang anak. Ibu perlu berhati-hati dalam memilih minyak untuk bayi. Pilihlah sunflower seed oil karena kandungannya aman dan memiliki banyak khasiat. "Jangan gunakan minyak yang biasa untuk memasak seperti minyak zaitun atau minyak kelapa. Minyak lain cenderung mengiritasi anak dan memiliki efek yang lebih buruk karena bakteri lebih mudah berkembang," papar dokter Tari saat ditemui di acara Sewindu Bamed Melayani : Skincare Through Decades of Life, Kamis (16/8).

4. Penggunaan bedak bayi itu perlu


Setelah mandi, bayi biasa diolesi baby oil dan bedak bayi. Hal tersebut dilakukan agar bayi tampak lebih segar. Dokter Tari merekomendasikan para ibu untuk tidak memberikan bedak bayi secara rutin. Menurutnya, penggunaan bedak bayi secara rutin memiliki efek samping buruk pada pernapasan bayi. "Partikel bedak bayi memiliki efek granuloma (reaksi tubuh terhadap sesuatu yang terhirup)," ucapnya. Bedak hanya perlu diberikan jika anak memiliki keringat berlebihan.

5. Penggunaan tissue basah pada bayi


Dalam beberapa kondisi, ibu kerap membersihkan anaknya dengan tissue basah. Misalnya, jika bayi buang air, berkeringat, dan lain sebagainya. Pemakaian tissue basah pada bayi menimbulkan polemik. Beberapa dokter tidak merekomendasikan penggunaan tissue basah. Sementara yang lainnya mengizinkan. Penggunaan tissue basah yang tepat mampu membantu menjaga kesehatan kulit bayi. Sebab, tissue basah memiliki tekstur yang lebih lembut daripada kain. Untuk menghindari efek buruk pada tissue basah, pilihlah tissue basah yang tidak mengandung pewangi.

6. Penggunaan tabir surya

bayi
Pilih tabir surya yang mengandung zinc oxide. (Foto: Pexels/Pixabay)


Indonesia merupakan negara tropis. Hal tersebut membuat intensitas matahari di Indonesia cukup tinggi. Paparan sinar matahari bisa menimbulkan beberapa masalah pada kulit seperti terbakar, kulit gelap, kusam, atau bahkan kanker kulit. Supaya mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut, para ibu kerap mengoleskan tabir surya untuk anak. Namun tabir surya sebaiknya digunakan pada anak-anak di atas 6 bulan. "Pilih tabir surya yang mengandung zinc oxide karena kandungan tersebut hanya melindungi secara fisik bukan secara kimiawi," saran dokter Tari.

Pada anak di bawah 6 bulan, gunakan cara konvesional yakni dengan menggunakan pakaian lengan panjang.Itulah beberapa mitos dan fakta seputar kesehatan kulit pada anak. Keinginan menjaga kesehatan anak harus diimbangi dengan informasi yang cukup. Kita harus menjadi educated user supaya tahu menyikapi berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan anak. (avia)

Baca Artikel Asli