Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Merapi Batuk, Lava Pijar Meluncur 1,4 Kilometer

Wisnu Cipto - Rabu, 08 Mei 2019

MerahPutih.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan dua kali guguran lava pijar pada Rabu. Pertama mencapai jarak 950 meter, sedangkan kedua sejauh 1.400 meter atau 1,4 kilometer.

"Kondisi itu terekam pada periode pengamatan pukul 00:00-06:00 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan di Yogyakarta, Rabu (8/5).

BACA JUGA: Gunung Merapi Masih Berstatus Level II, Warga Dilarang Mendaki

Gunung api teraktif di Indonesia itu juga mengalami 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 46-138 detik, 2 kali gempa hembusan dengan amplitudo 7 mm selama 18.6-40 detik, satu kali gempa low frekuensi beramplitudo 5 mm dengan durasi 15 detik.

Hasil pengamatan visual pada periode itu menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah, dikutip dari Antara. Angin bertiup lemah ke arah selatan. Suhu udaranya 16-21 derajat Celsius dan kelembapan udaranya 67-97 persen dan tekanan udara 567-708 mmHg.

Foto: BPPTKG

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol juga diimbau meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA: Gunung Merapi Luncurkan Dua Kali Guguran Lava, BPPTKG Imbau Warga Tak Termakan Hoaks

"Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG," tutup Hanik. (*)

Baca Artikel Asli