Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Visual Lainnya Berita Foto

Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi

Didik Setiawan - 2 jam, 44 menit lalu

Merahputih.com - Pengunjung mengamati koleksi alat musik gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi Gunung Merapi 2010 di Museum Mbah Maridjan, Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/2026).

Letusan Gunung Merapi pada 2010 meninggalkan jejak mendalam bagi masyarakat lereng Merapi. Terjangan awan panas atau wedhus gembel menghancurkan rumah, merusak lingkungan, dan menelan ratusan korban jiwa.

Salah satu sosok yang dikenang dalam tragedi tersebut adalah Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi yang teguh menjalankan pengabdiannya sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta. Ia dikenal dengan kebiasaan niteni, yakni mengamati dan mengenali gejala alam berdasarkan pengalaman. Namun, erupsi 2010 menjadi pengingat bahwa pengamatan tradisional perlu disertai pemantauan ilmiah dan kepatuhan terhadap arahan evakuasi.

Kini, museum dan peninggalan di kawasan Kinahrejo menjadi ruang untuk mengenang kehidupan Mbah Maridjan sekaligus merekam dampak erupsi yang mengubah wajah permukiman di lereng Merapi.

Koleksi yang tersimpan antara lain seperangkat gamelan milik Mbah Maridjan, bangkai sepeda motor dan mobil yang terdampak awan panas, perabot rumah tangga, sisa lantai rumah asli, serta foto dokumentasi erupsi dan proses evakuasi warga.

Museum Petilasan Mbah Maridjan di Kinahrejo kini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan edukasi kebencanaan di lereng Merapi. Melalui koleksi yang dipertahankan, pengunjung diajak mengenang korban, memahami risiko gunung api, dan memetik pelajaran tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. (Foto: MP/Didik Setiawan).

Baca Artikel Asli