Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif

Rabu, 04 Februari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membantah kabar yang menyebut Bali mengalami penurunan atau sepi kunjungan wisatawan. Ia menegaskan, sepanjang 2025 tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tetap tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2). Menurutnya, data resmi menunjukkan Bali masih menjadi destinasi utama wisata nasional maupun internasional.

“Sekaligus kami luruskan, tidak benar bahwa Bali sepi. Terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan pada periode Januari hingga November 2025,” ujar Widiyanti.

Baca juga:

Prabowo Soroti Sampah di Bali: Pantai Kotor Bisa Bikin Turis Enggan Datang

Ia menjelaskan, tingginya angka kunjungan tersebut tidak terlepas dari posisi Bali sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Selain Bali, dua destinasi regeneratif lainnya juga mencatat kunjungan tinggi karena telah dikenal luas serta didukung konektivitas transportasi yang memadai.

“Memang apabila kita lihat, kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas. Hal ini karena ketiga destinasi tersebut paling dikenal dan memiliki akses transportasi yang paling baik,” jelasnya.

Baca juga:

Presiden Prabowo Sentil Bali Banyak Sampah, Gubernur Koster: itu Kiriman

Meski demikian, Widiyanti menegaskan pemerintah tidak ingin konsentrasi wisata hanya terpusat di destinasi tertentu. Kementerian Pariwisata terus mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan destinasi baru, peningkatan infrastruktur pendukung, serta promosi yang lebih masif ke daerah-daerah nontradisional wisata.

“Upaya kami untuk mendorong persebaran wisatawan ke daerah lain juga mulai menunjukkan hasil yang membaik,” kata Widiyanti.

Ia berharap, strategi tersebut dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih merata dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi tekanan berlebih pada destinasi favorit seperti Bali. (Pon)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan