MerahPutih.com - Dunia sekarang dihadapkan dengan ancaman perang proksi. Yakni, perang yang melibatkan dua pihak atau lebih, tetapi tidak secara langsung bertarung satu sama lain.
Sebaliknya, pihak yang bertikai menggunakan pihak ketiga, seperti kelompok bersenjata atau milisi, untuk berperang atas nama kepentingan mereka.
"Itu lah namanya perang proksi. Kita sekarang Indonesia itu berhadapan dengan itu (perang proksi),” kata Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di acara Generasi Digital Revolusi Mental di Galeri Museum Musik Lokananta, Solo, Rabu (22/5).
Muhadjir juga menyinggung konflik Pelestina dan Israel sebagai bukti konkret perang proksi. Menurut dia, di balik konflik kedua negara itu ada kekuatan lebih dahsyat.
Baca juga:
“Ada kekuatan besar di balik Palestin dan Israel, di balik itu ada kekuatan yang lebih dahsyat. Kalau hanya Israel saja itu bisa selesai dikepung dunia arab,” tutur Muhadjir.
“Sekarang perangnya perang bukan lagi perang fisik, tapi perang cyber. Dan perang cyber itu menjadi proksi. Negara-negara sekarang kalau perang tidak lagi di depan, tetapi gunakan tangan lain untuk hancurkan pihak lain," imbuh Pengurus PP Muhammadiyah itu lagi. (Ismail/Jawa Tengah)