Mengonsumsi Serangga Bisa Menjaga Bumi
Senin, 03 April 2023 -
MENGONSUMSI serangga memberikan manfaat tersendiri. Beberapa jenis serangga bahkan menjadi populer di seluruh dunia karena nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya.
“Saya telah memakan serangga di banyak negara: rayap, kalajengking, larva kumbang, belalang, ulat sutera. Semuanya sangat umum,” kata ahli entomologi Jeff Tomberlin dikutip dari CNN. Ia menceritakan pernah memakan ulat bambu yang digoreng seperti kentang goreng dan rayap yang diasapi serta dihidangkan sebagai hidangan pembuka.
Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), kelompok serangga yang paling sering dimakan secara global adalah semut, kumbang, lebah, ulat, jangkrik, capung, lalat, belalang, serangga daun, rayap, dan tawon. Akan tetapi, Wageningen University and Research di Belanda mengatakan lebih dari 2.100 serangga yang dapat dimakan di dunia ini.
Dilansir webmd.com, banyak serangga memiliki kandungan nutrisi yang kaya. Salah satunya adalah jangkrik dewasa yang bisa menjadi sumber zat besi, protein, dan vitamin B12. Selain itu, rayap di Afrika dikenal sebagai makanan yang kaya akan protein, asam lemak, zat besi, dan kalsium.
Di sisi lain, dikutip dari World Economic Forum, mengosumsi serangga juga dapat mengurangi jejak karbon secara signifikan. Mengonsumsi serangga dapat menghasilkan protein berkualitas dalam jumlah yang setara dengan konsumsi hewan. Serangga juga membutuhkan perawatan dan pemeliharaan lebih sedikit daripada hewan ternak.
Hewan ternak, seperti sapi dan kambing membutuhkan lahan dan air yang cukup banyak, sehingga menjadi salah satu faktor kerusakan lingkungan. Menurut New York Times, daging dan produk susu memiliki dampak yang sangat besar karena menyumbang sekitar 14,5 persen dari gas rumah kaca setiap tahunnya. Sumbangan emisi tersebut sama dengan emisi dari semua mobil truk, pesawat terbang, dan kapal yang digabungkan di dunia saat ini.
Menurut World Economic Forum, pada tahun 2050 bumi akan memiliki hampir 10 miliar orang, sehingga permintaan protein akan melebihi kemampuan produksinya. Tanpa protein, tubuh manusia tidak dapat menghasilkan beberapa asam amino esensial yang kita butuhkan untuk hidup. Untuk kelangsungan hidup jangka panjang, manusia perlu meningkatkan hasil makanan dan menurunkan emisi karbon pada saat yang bersamaan. (vca)