Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Libur Lebaran 11 Hari, Ini Kesiapan Ragunan Hadapi Serbuan Wisatawan

Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 April 2018

MerahPutih.com - Pemerintah telah menetapkan cuti dan libur Idul Fitri 2018 mulai 11-20 Juni. Artinya jika ditambah libur akhir pekan, artinya masyarakat bisa menikmati libur lebaran yang sangat panjang selama 11 hari mulai Sabtu 16 Juni. Tiap tahunnya tempat wisata di Jakarta selalu penuh sesak didatangi warga yang tidak mudik lebaran, termasuk satu yang kerap menjadi favorit adalah Kebun Binatang Ragunan.

Meski Idul Fitri masih beberapa bulan lagi, pengelola Kebun Binatang Ragunan telah mempersiapkan langkah mengantisipasi kepadatan pengunjung saat libur lebaran. Pihak objek wisata di Jakarta Selatan ini akan menambahkan titik loket karcis bagi pengunjung Ragunan.

"Seperti biasa memang lebaran liburan spesial antisipasi penambahan sebuah loket," kata Humas Ragunan, Wahyudi kepada merahputih.com, Rabu (18/4).

Pada libur lebaran 2017, Kebun Binatang Ragunan memecahkan rekor pengunjung. Pengunjung mencapai 765.000 orang. Jumlah tersebut lebih banyak ketimbang tahun 2016 periode yang sama yakni 664.801 orang.

Pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Selasa (27/6). (MP/Fadhli)

Sementara kendaraan yang masuk 78 bus, 5.814 mobil pribadi, 16.551 motor dan 21 sepeda.

Kenaikan signifikan pengunjung tiap tahunnya disebabkan adanya penambahan koleksi hewan baru. Saat itu, pada H+4 lebaran lahir seekor banteng dan kuda nil. Belum lagi, faktor kedatangan Presiden Jokowi yang saat itu mengunjungi ragunan.

Belajar dari tahun sebelumnya, pengelola juga bakal menambah kantong parkir kendaraan pengunjung dan menambahkan petugas keamanan dari Pol PP, Dishub DKI, dan Polisi. Semuanya akan berjaga di sekitar wilayah Ragunan.

Tak hanya itu, Fasilitas kesehatan juga akan ditingkatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bagi pengunjung Ragunan. Mengingat, pengunjung yang memadati Ragunan ada para orang tua yang sudah lanjut usia dan anak-anak.

"Penambahan area parkir penambahan petugas pengamanan, ditingkatkan fasilitas kesehatan ditambahkan," kata Wahyudi.

Jalan raya sekitar Ragunan juga akan dimanfaatkan untuk parkir pengunjung baik untuk roda dua atau roda empat. Itu dilakukan jika parkir di dalam Ragunan sudah tidak dapat dapat tertampung.

"Parkiran kita sudah antisipasikan di dalam area ragunan, diluar sebatas parkir disekitar ragunan aja," tutur Wahyudi sambil menyudahi.

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Selatan, Edi Sufaat mengatakan pihaknya sudah memiliki cara untuk mengatasi membluddaknya pengunjung Ragunan khususnya pada musim liburan lebaran. Petugas Dishub akan ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan di sekitar Kebun Binatang.

"Untuk lebaran seperti biasa kita tempatkan petugas di Ragunan," kata Edi kepada merahputih.com.

Pengunjung Kebun Binatang Ragunan, Selasa (27/6). (MP/Fadhli)

Tapi, belum dapat dipastikan mengenai jumlah personel yang akan diterjunkan ke Ragunan saat libur Lebaran nanti. Sebab, sampai saat ini pihaknya masih menyusun berapa jumlah personel untuk mengamankan Ragunan.

"Untuk jumlah sedang kita susun pak," ungkap Edi.

Arus lalu lintas juga tidak akan dilakukan pengaliha. "Ga ada mas (pengalihan arus), hanya buka tutup yang dilakukan oleh jajaran kepolisian jk persimpangan pertanian padat. Kita membantu pengaturan lalu lintasnya," tutup Edi.

Sekedar informasi, Kebun Binatang Ragunan buka setiap mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Kecuali hari Senin, Ragunan ditutup untuk umum karena ada perawatan hewan.

Sementara, tiket masuk bagi masyarakat pun tergolong murah. Masyarakat hanya butuh merogoh kocek 4 ribu bagi orang dewasa dan 3 ribu bagi anak-anak.

Nah, Sejak 2016 kebun Ragunan sudah melayani pembelian uang elektronik bernama Jakcard untuk tiket masuk. Bagi pengunjung yang belum mempunyai kartu Jakcard bisa membeli langsung di loket Ragunan.

Kartu itu dihargai 30 ribu dengan isi saldo 20 ribu. Ada juga kartu seharga 60 ribu dengan isi saldo 50 ribu. Kartu itu juga bisa dimanfaatkan untuk naik bus transjakarta. (asp)

Baca Artikel Asli