MerahPutih.com - Ultherapy Prime menjadi salah satu teknologi estetika nonbedah yang kini dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi kulit kendur secara bertahap. Itu jika Anda ingin wajah dan garis rahang tampak lebih kencang tanpa harus menjalani operasi.
Namun, hasil maksimal tetap bergantung pada kondisi kulit dan penanganan tenaga medis yang tepat.
Ultherapy Prime bekerja menggunakan teknologi Micro-Focused Ultrasound with Visualization (MFU-V). Energi ultrasound terfokus diarahkan hingga ke lapisan kulit yang lebih dalam, termasuk lapisan superficial musculoaponeurotic system (SMAS).
Fitur visualisasi memungkinkan dokter melihat lapisan jaringan sebelum energi diberikan. Ultrasound kemudian membentuk titik koagulasi termal pada kedalaman tertentu, umumnya 1,5 mm, 3,0 mm, dan 4,5 mm, untuk merangsang pembentukan kolagen dan elastin baru tanpa merusak permukaan kulit.
Baca juga:
Hempas Bekas Jerawat dengan Niacef, Kulit Sehat Terawat Bikin Percaya Diri Meningkat
Treatment ini dapat menjadi pilihan bagi pasien dengan kekenduran ringan hingga sedang pada area wajah, leher, dan dagu, termasuk penurunan garis rahang, munculnya jowl, hingga berkurangnya elastisitas kulit akibat penuaan.
Hasil Ultherapy Prime tidak muncul secara instan karena proses pembentukan kolagen berlangsung bertahap. Secara umum, hasil treatment dapat bertahan sekitar 12–18 bulan, tergantung kondisi kulit, respons tubuh, gaya hidup, dan perawatan pasien.
“Pasien perlu memiliki ekspektasi yang realistis karena hasil treatment nonbedah berkembang secara bertahap. Respons setiap orang juga dapat berbeda, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan sebelum menentukan area, intensitas, maupun kombinasi treatment,” jelas dr. Catherine Soebroto, Dipl. CIBTAC, CEO dan Head Doctor dr. Belle Aesthetic Clinic.
Tak Semua Treatment Estetika Memiliki Fungsi yang Sama
Terdapat sejumlah teknologi estetika dengan fungsi berbeda selain Ultherapy Prime. Karena itu, setiap treatment tidak selalu dapat saling menggantikan.
PicoSure dan PicoSure Pro, misalnya, menggunakan teknologi laser picosecond untuk membantu menangani pigmentasi, melasma, freckles, noda penuaan, bekas jerawat, tekstur kulit, hingga penghapusan tato.
Sementara Fotona Laser memanfaatkan kombinasi panjang gelombang Nd dan Er untuk berbagai kebutuhan, mulai dari skin tightening, resurfacing, penanganan pigmentasi dan lesi vaskular, hingga laser hair removal.
Berbeda lagi dengan Ellansé, yang merupakan collagen stimulator berbentuk injeksi untuk membantu mengembalikan volume sekaligus merangsang pembentukan kolagen dalam jangka panjang.
Karena setiap teknologi memiliki fungsi berbeda, konsultasi dan evaluasi kondisi kulit menjadi langkah penting sebelum menentukan treatment.
Jangan Hanya Tergiur Teknologi, Perhatikan Dokter dan Perangkatnya
Pemilihan treatment tidak cukup hanya berdasarkan teknologi yang digunakan. Pasien juga perlu memperhatikan keaslian perangkat, kompetensi dokter, serta prosedur yang dijalankan.
Baca juga:
Perawatan Kulit Organik nan Menyeluruh dengan Minyak Bunga Matahari dari Kebun Sendiri
Pengaturan energi dan pemilihan kedalaman treatment harus disesuaikan dengan kondisi jaringan masing-masing pasien.
Ultherapy Prime di dr. Belle Aesthetic Clinic dilakukan oleh dokter yang telah mengikuti pelatihan resmi dari Merz Aesthetics. Klinik tersebut juga tercatat sebagai Authorized Ultherapy Provider dari Merz Aesthetics.
Menurut dr. Catherine, teknologi tetap harus didukung evaluasi dan perencanaan treatment yang tepat.
“Teknologi merupakan alat untuk membantu dokter memberikan treatment yang lebih terarah. Namun, keamanan dan kesesuaian hasil tetap bergantung pada evaluasi pasien, perencanaan treatment, penggunaan perangkat yang tepat, serta kompetensi tenaga medis yang menjalankannya,” tambahnya.
dr. Belle Aesthetic Clinic juga menghadirkan Royale Ultherapy Prime bagi pasien yang membutuhkan privasi dan fleksibilitas. Layanan home visit berlaku untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.