MerahPutih.com - Skadron Udara 31 TNI AU kembali mendapat tambahan unit baru C-130J-30 Super Hercules. Secara keseluruhan, Skadron Udara 31 diperkuat lima unit C-130J-30 Super Hercules karena sebelumnya empat pesawat telah diterima dari Lockheed Martin periode 2023 sampai awal 2024.
Sama seperti 4 hercules sebelumnya dilansir dari Antara, Jumat (17/5), pengiriman unit kelima C-130J-30 A-1342 dilakukan dengan cara ferry flight, yakni dengan transit di Monterrey–Honolulu–Marshal Island–Guam, sebelum akhirnya tiba di Bandara Hali Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.
Pesawat teranyar TNI AU C-130J Super Hercules itu dapat membawa beban maksimal hingga hampir 20.000 kilogram atau hampir 20 ton. C-130J Super Hercules juga dapat mengangkut 8 palet atau 97 tandu, 128 pasukan tempur, dan 92 pasukan terjun payung.
C-130J Super Hercules memiliki peningkatan fitur dari tipe pendahulunya misalnya peningkatan sistem perlindungan bahan bakar, serta sistem penanganan kargo. Ada juga perbaikan sistem flight station yang lebih canggih dan sistem avionik digital terintegrasi penuh.
Baca juga:
Hercules TNI Sukses Kirim Bantuan ke Gaza Pakai Teknik Penerjunan LCLA
Pesawat baru TNI AU itu pun telah dilengkapi dengan tampilan layar head-up dan teknologi navigasi canggih yang mencakup sistem navigasi inersia ganda dan GPS. Kecepatan maksimal pesawat bisa mencapai 660 kilometer per jam pada ketinggian 6.706 meter.
Di balik kemampuan Super Hercules yang memukau tidak bisa dilepaskan dari keberadaan empat mesin Rolls-Royce AE 2100D3 dengan kekuatan 4.700 tenaga kuda, yang menjadi 'jantung' dari pesawat baru TNI AU itu.
Jenis mesin turboprop yang menjadi dapur pacu C-130J-30 itu memiliki baling-baling komposit Dowty R391 berbilah 6, sehingga Super Hercules dapat mencapai kecepatan maksimum 670 km per jam dan kecepatan jelajah 644 km per jam.
Rolls-Royce AE 2100 dikembangkan Allison Engine Company, yang sekarang menjadi bagian dari Rolls-Royce North America. Bukan hanya Hercules, mesin Rolls-Royce AE 2100D3 juga digunakan pada pesawat Saab 2000 dan BAE Systems ATP. (*)