STRATTERA (Atomoxetine) merupakan obat oral yang mungkin diresepkan dokter untuk mengobati attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). ADHD merupakan gangguan perilaku yang melibatkan hiperaktif, kurang perhatian, atau impulsif. Orang dengan ADHD mungkin merasa sulit untuk duduk diam, fokus untuk waktu yang lama, mengingat semua yang perlu mereka lakukan, atau mengendalikan perilaku mereka.
Dikutip Health, meskipun umumnya terjadi pada anak-anak, ADHD sering berlanjut hingga remaja dan dewasa. Diperkirakan 8,1 persen orang dewasa Amerika Serikat berusia 18 hingga 44 tahun akan mengembangkan ADHD pada suatu saat selama masa hidup mereka.
Baca Juga:
Strattera dapat diresepkan sebagai bagian dari program pengobatan ADHD seseorang. Kebanyakan orang orang mengonsumsi kapsul Strattera 1 atau 2 kali sehari.
Studi telah menemukan bahwa Strattera aman dan efektif untuk pengidap APHD, termasuk mereka yang juga memiliki kesehatan mental yang umum terjadi, seperti gangguan bipolar, depresi, dan gangguan obsesif kompulsif. Faktanya, ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa Strattera dapat mengurangi gejala ADHD sekitar 25 persen dalam waktu kurang dari sebulan.
Selain mengobati gejala utama ADHD seperti kurangnya perhatian, Strattera juga telah ditemukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi ketidakstabilan emosional di antara anak-anak dan juga orang dewasa dengan ADHD. Satu tinjauan Strattera menunjukkan bahwa sekitar 50 persen orang dewasa dengan ADHD, terus mengalami efek positif ini.
Namun, adapun efek samping apabila mengonsumsi Strattera. Dalam uji klinis, sebagian efek samping dari Strattera adalah ringan. Untuk anak-anak, beberapa efek sampingnya yang umum terjadi seperti mual, kelelahan, pusing, murung, muntah, dan nafsu makan menurun.
Baca Juga:
Sedangkan efek samping paling umum yang dialami oleh orang dewasa ialah pusing, disfungsi ereksi, mulut kering, sembelit, nafsu makan menurun, dan kesulitan membuang air kecil. Namun, ada juga efek samping Strattera yang kurang umum, seperti tekanan darah tinggi, masalah hati, dan jantung berdebar-debar.
Sebelum kamu mengonsumsi Strattera ada baiknya untuk memberi tahu dokter apabila kamu sedang hamil atau berencana untuk hamil. Selain itu, kamu juga harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan kamu mengenai obat lain yang juga akan kamu konsumsi. Jika kamu menggunakan inhibitor monoamine oxidase, seperti Marplan atau Nardil, kemungkinan besar dokter akan memberitahu kamu untuk tidak menggunakan Strattera.
Dalam kasus yang jarang terjadi, Strattera dapat meningkatkan risiko pikiran untuk bunuh diri di kalangan remaja dan anak-anak yang menggunakan obat ini. Jika kamu, anak kamu, atau seseorang yang kamu kenal mengalami pikiran untuk bunuh diri saat menggunakan Strattera, segera cari bantuan medis. (yos)
Baca Juga:
Perhatikan Kandungan Gizi, Ini 4 Rekomendasi Jenis Makanan untuk Anak ADHD