MerahPutih.com - Binary Option belakangan ini ramai diperbincangkan publik. Banyak orang atau trader yang merasa dirugikan dengan sistem bisnis Binary Option dan melapor ke pihak kepolisian. Lantas apa itu Binary Option?
Dikutip dari berbagai sumber, Binary Option atau opsi biner adalah bentuk trading yang menawarkan opsi, nilai aset tertentu akan naik atau turun. Di sini trader hanya diminta menebak harga suatu aset naik atau turun dalam jangka waktu tertentu.
Baca juga:
Beberapa aset yang ditradingkan adalah mata uang, kripto, komoditas, hingga indeks saham. Setelah memilih aset yang ditradingkan, trader menaruh sejumlah modal yang dimilikinya untuk mendapatkan keuntungan.
Sejatinya cara bermain binary option ini sebenarnya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu melakukan registrasi pada penyedia binary option dan melakukan deposit. Pada umumnya depositnya sebesar USD 10. Kemudian pengguna memasukkan modal. Jumlah minimal modal yang digunakan bergantung dengan asetnya.
Aplikasi binary option akan melakukan perhitungan potensi keuntungan yang didapat dari transaksi tersebut. Rentangnya cukup beragam, berkisar 60 persen - 90 persen. Kemudian, pengguna memilih durasi transaksi yang beragam. Bisa per sekian detik, menit, jam, bahkan per hari.
Setelah trader memilih jangka waktu, trader bisa memulainya. Setelah jangka waktu yang dipilih berakhir, trader akan mengetahui harga indeks berada di atas atau di bawah dari harga saat memulai transaksi. Jika tebakan benar, pengguna akan mendapat untung. Namun jika salah, maka modal yang digunakan akan hangus.
Dalam transaksi binary option, terdapat beberapa istilah yang berbeda dengan istilah yang ada di dalam forex, di antaranya adalah Call atau High (jika harga diperkirakan naik) dan Put atau Low (jika harga diperkirakan turun).
Ada juga istilah in-the-money kalau transaksi profit atau out-of-money salah perkiraan. Besaran profit pun tergantung dari angka yang dibayarkan oleh broker kepada trader. Ketika tebakan pengguna baik itu lebih tinggi maupun lebih rendah ternyata salah, maka modal yang sudah dipertaruhkan akan hangus.
Sehingga investor harus lebih cermat dan berani menerima risiko. (*)
Baca Juga: